Mahasiswa Menduduki London School of Economics and Political Science/Okupasi LSE – Universitas Baru London

wpid-occupylse.jpg

image

Para mahasiswa di LSE telah menduduki Vera Anstey Suite, ruang pertemuan sentral administrasi universitas, demi berjuang melawan pendidikan berorientasi laba, marketisasi universitas, serta prioritas keuntungan di atas para mahasiswa dan buruh yang terjadi di seluruh negeri.

Seiring dengan terus dicarinya segala cara oleh kelas penguasa dalam memuaskan kerakusannya atas laba, selama itulah pendidikan kita semakin diserang.

Aksi-aksi para mahasiswa LSE menjelaskan bahwa kita tidak bisa menerima pendidikan kita dikorbankan demi membuat kaum kaya raya semakin kaya, dan karena itu kita siap berjuang mencegahnya.

Terdapat semangat radikalisme dan hasrat terhadap perubahan fundamental di antara pemuda hari ini. Dengan tekad dan antusiasme ini serta ditambah pemikiran-pemikiran revolusioner, para buruh dan mahasiswa bisa mewujudkan potensinya untuk mengubah masyarakat.

Kami salut pada para mahasiswa LSE atas aksi pendudukannya (okupasi), perjuangan mereka melawan marketisasi pendidikan, solidaritas mereka dengan para pekerja LSE, dan perjuangannya melawan kontrak jam nol. Kita berdiri bersama dalam satu barisan dengan mereka dalam tuntutannya untuk demokrasi universitas yang sejati, divestasi, dan pembebasan di kampus.

Berikut merupakan pernyataan para mahasiswa yang melakukan aksi pendudukan (okupasi);

Mengapa kami melakukan aksi pendudukan (okupasi)

Kami telah menduduki Vera Anstey Suite, ruang pertemuan sentral di administrasi universitas, untuk menuntut perubahan terhadap sistem universitas saat ini.

LSE adalah lambang universitas neoliberal. Universitas-universitas semakin menerapkan ‘model bisnis’ terhadap pendidikan tinggi sehingga semakin diprivatisasi, semakin berorientasikan laba, dan semakin birokratis.

Ini membelenggu mahasiswa dengan hutang-hutang besar dan mengubah universitas menjadi pabrik gelar serta mengubah mahasiswa menjadi konsumen. LSE telah menjadi model transformasi sistem-sistem universitas lain di Inggris serta negara-negara Eropa. Beban hutang masif, tolak ukur berdasarkan pasar, dan penundukan terhadap kepentingan perusahaan telah sangat merusak hakikat universitas dan pendidikan.

Kami menuntut pendidikan yang membebaskan – yang tidak mengandung label harga. Kami menginginkan suatu universitas yang dijalankan oleh para mahasiswa, dosen/pengajar, dan buruh.

Saat suatu Universitas menjadi suatu bisnis maka seluruh hidup mahasiswa berubah. Saat universitas lebih peduli dengan citranya, marketabilitasnya, dan ‘tambahan nilai’ gelar-gelarnya, maka mahasiswa tidak lagi menjadi mahasiswa – mereka menjadi suatu komoditas dan pendidikan menjadi bisnis jasa.

Seksisme dan rasisme institusional bersama kondisi kerja staf dan pengajar, menjadi selingan bagi institusi yang memburu laba.

Kami bergabung dengan perjuangan yang tengah berlangsung di Britania, Eropa, dan dunia untuk menolak sistem ini yang tidak hanya merusak pendidikan kita namun juga seluruh masyarakat kita. Mulai dari aksi pendudukan (okupasi) di Sheffield, Warwick, Birmingham dan Oxford, sampai ke pengambilalihan kolektif yang tengah berlangsung di Universitas Amsterdam – mahasiswa telah menjelaskan bahwa sistem saat ini tidak bisa dilanjutkan.

Kita tidak sendirian dalam perjuangan ini.

Mengapa Aksi Pendudukan (Okupasi)?

Dalam aksi pendudukan (okupasi) ini kami bertujuan menciptakan suatu ruang terbuka, kreatif, dan terbebaskan, dimana semua orang bebas berpartisipasi dalam membangun suatu pendidikan demokratis berarah baru, non-hirarkis, dan bisa diakses secara universal: The Free University of London (Universitas Baru London).

Ruang akan diorganisir di sekitar pembuatan workshop, diskusi-diskusi, dan pertemuan-pertemuan untuk berbagi pemikiran secara bebas. Pengetahuan bukanlah kooditas namun sesuatu yang berharga dan bernilai. Kami ingin membuktikan, bahwa dalam ruang dan waktu yang terbatas, pendidikan bisa gratis.

Ruang pendidikan yang dibebaskan ini juga perlu menjadi ruang bagi diskusi terbuka mengenai arah universitas ini dan sistem pendidikan kita. Kami ingin menekankan bahwa proses ini tidak hanya untuk para mahasiswa, kami mendorong kepada seluruh staf, akademis dan non-akademis, LSE untuk berpartisipasi.

Kami mendasarkan perjuangan kami di atas prinsip-prinsip kesetaraan, demokrasi langsung, solidaritas, rasa saling peduli dan saling mendukung.

Berikut merupakan tuntutan-tuntutan kami saat ini yang mana kami mengundang semua orang untuk ikut mendiskusikannya, memperdebatkannya, dan menambahkannya.

Tuntutan-tuntutan aksi pendidikan (okupasi) adalah:

1. Pendidikan gratis dan bisa diakses secara universal serta tidak berorientasi laba.
Kami menuntut manajemen LSE melobi pemerintah untuk menghapus biaya kuliah baik bagi mahasiswa domestik maupun luar negeri.
Penuhi dan jamin Hak-hak Buruh
Bersolidaritas dengan para buruh LSE, kami menuntut jaminan kerja tetap, penghapusan kontrak nol-jam, remunerasi yang adil, dan pengurangan drastis dalam gap antara pekerja bergaji tertinggi dengan yang terendah.

2. Demokrasi Universitas yang Sejati

Kami menuntut suatu dewan mahasiswa dan staf yang dipilih secara langsung oleh para mahasiswa dan staf akademis maupun non-akademis, yang bertanggungjawab dalam semua pengambilan keputusan manajerial institusi.

3. Divestasi
Kami menuntut agar kampus menghentikan hubungannya dengan organisasi-organisasi yang eksploitatif dan destruktif, termasuk organisasi-organisasi yang terlibat dalam perang-perang, pendudukan-pendudukan militer, dan penghancuran alam.

Termasuk di antaranya adalah divestasi secepatnya dari industri bahan bakar berbasis fosil dan seluruh perusahaan yang meraup laba dari pendudukan negara Israel terhadap Palestina.

4. Pembebasan
Kami menuntut LSE mengubah kebijakannya tentang pelecehan dan menerapkan tidak ada toleransi untuk pelecehan.
Kami menuntut LSE tidak menerapkan Undang-undang Kontra Terorisme yang mengkriminalisasi orang-orang yang tidak sepaham dan tidak sepakat dengan pemerintah, khususnya yang menarget para mahasiswa dan staf Muslim.
Kami menuntut agar polisi tidak boleh masuk kampus.
Kami menuntut agar LSE menjadi ruang yang dibebaskan dan sepenuhnya steril dari rasisme, seksisme, ableisme, homophobia, transphobia, dan diskriminasi agama.
Kami menuntut kampus secepatnya menerapkan kembali kode etik lama dan membuatnya sah secra hukum sesuai dengan mosi SU yang baru-baru ini disahkan.
Kami menuntut kampus menjamin keamanan dan kesetaraan para mahasiswa internasional, khususnya terhadap status visa mereka, dan sepenuhnya menyertakan mereka dalam proyek kita untuk suatu universitas baru.

*diterjemahkan dari tulisan berjudul “Occupy LSE – Free University of London” sebagaimana diterbitkan Marxist Student Federation di marxiststudent.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: