Jerman – 25.000 Orang Turun ke Jalanan Frankfurt Menentang Pemotongan Anggaran

wpid-blockupy.jpg

image

Kota Frankfurt menjadi saksi demonstrasi anti-pemotongan anggaran dimana 25.000 orang turun ke jalan pada Rabu 18 Maret 2015 pada hari inagurasi dan pembukaan Bank Sentral Eropa (ECB). Gedung pecakar langit baru ini dikepung kerumuman demonstran yang datang dari seluruh penjuru Jerman. Seiring dengan jalannya demonstrasi, barisan massa bergerak ke benteng banyak bank Jerman dan bank internasional. Pembangunan ECB itu sendiri menghabiskan kira-kira 1,3 miliar Euro. Demonstrasi-demonstrasi ini diserukan oleh aliansi luas bernama “Blockupy” yang menyertakan banyak kelompok kiri, gerakan sosial, serikat buruh, dan sejumlah individu. Para organisator aksi memboyong massa demonstran dengan dua kereta khusus dan 60 bus dari 39 kota Eropa penuh demonstran untuk terlibat dalam aksi massa ini.

Dalam minggu-minggu terakhir, tekad para demonstran untuk menyuarakan penentangan terhadap ECB, Uni Eropa (EU), korporasi, dan pemerintahan Jerman telah tumbuh sembagai akibat kemarahan luas terhadap kebijakan-kebijakan pemotongan anggaran. Para demonstran pada khususnya marah terhadap pemotongan anggaran yang dipaksakan ke Eropa Selatan dan ancaman terhadap pemerintah Yunani yang dijalankan oleh institusi-institusi tersebut. Di Frankfurt misalnya, para aktivis serikat buruh bertemu untuk mendirikan kelompok solidaritas Yunani dan kampanye penyadaran melawan propaganda di peristiwa-peristiwa Yunani.

Bagi banyak demonstran, Rabu ini merupakan hari yang cerah dan damai untuk aksi massa di pusat kota dimana lebih dari 20.000 orang berkumpul untuk demonstrasi dan arak-arakan. Sahra Wagenknecht, wakil ketua grup parlemen Die Linke (Partai Kiri Jerman), mengatakan, “ECB adalah insitusi terkuat di EU dan merupakan pemerintah bayangan tidak demokratis yang menunjukkan kekuatannya dengan cara jahat.” Terdapat semangat militan, musik, dan selain Sahra Wagenknecht juga ada pembicara dari perwakilan partai Podemos Spanyol dan SYRIZA, serta penulis Kanada: Naomi Klein. Setelah arak-arakan, para demonstran bergerak ke area perbelanjaan dan distrik perbankan. Tidak ada kekerasan, yang ada adalah semangat penuh tekad dan optimisme. Kamerad-kamerad dari Der Funke (seksi Jerman dari Tendensi Marxis Internasional atau International Marxist Tendency (IMT)) juga hadir, menjual banyak jurnal dan literatur di stan mereka sembari menghimpun banyak kontak dari orang-orang yang tertarik dengan Marxisme.

Namun media massa arus utama (mainstream) nasional dan internasional menggembar-gemborkan kekerasan, kerusuhan, dan darurat nasional. Tampilan-tampilan barikade dan mobil terbakar, kaca jendela pecah, dan aparat polisi sert warga sipil cidera lebih diberi tempat di media. Banyak media dan politisi borjuis dengan semangat menggunakan propaganda ini untuk mendiskreditkan seluruh gerakan sekaligus. Negara telah mengerahkan lebih dari 10.000 aparat polisi dari seluruh penjuru Jerman dengan dipersenjatai gas air mata dan meriam air. Pecahnya kekerasan di pagi hari adalah akibat polisi menyerng aktivis otonomis dan kemungkinan para provokator polisi bertugas sebagai kiriman media borjuis yang dengan cepat menggunakannya untuk mendiskreditkan gerakan di mata para buruh bisa. Meskipun klaim media massa demikian namun demonstrasi utama sebenarnya merupakan peristiwa damai untuk memblokade pembukan gedung ECB.

Karenanya, 18 Maret membuktikan suatu kesuksesan yang cukupan. Demonstrasi 25.000 orang di hari aktif kerja merupakan sesuatu yang lumayan namun masih minoritas kecil bagi negara berpenduduk 80 juta. Kita sebelumnya pernah menyaksikan demonstrasi yang lebih besar. Ini pada pokoknya masih merupakan aktivitas komunitas sayap kiri yang belum menjangkai inti kelas buruh yang masih pasif. Demi menciptakan suatu gerakan protes yang kuat di Jerman, dibutuhkan penjelasan secara sabar dan telaten untuk meningkatkan semua peristiwa. Benar bahwa seksi-seksi serikat buruh dan khususnya pemuda juga menyerukan demonstrasi namun kekuatan potensial yang direpresentasikan serikat-serikat masih belum sepenuhnya dikerahkan.

Meskipun demonstrasi-demonstrasi sentral penting namun ini harus diiringi dengan kampanye sistematis informasi di tiap tempat kerja, sekolah, kampus, kota, dan desa. Kita perlu melakukan agitasi, edukasi, dan organisasi. Kita perlu melindungi demonstrasi dari serangan-serangan polisi dan provokator dengan mengorganisir sistem kepengurusn. Tidak cukup sekedar mengecam pemiskinan masif yang terjdi di Eropa. Gerakan “antikapitalis” di atas segalanya perlu melampaui karakternya yang reformis dan terbatas. Kita perlu memobilisasi para buruh dan pemuda dengan tuntutan-tuntutan relevan serta suatu program sosialis revolusioner untuk menghapuskan kapitalisme.

*Ditulis oleh Dewan Editorial Der Funke (Jerman) sebagaimana dipublikasikan situs In Defence of Marxism dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia serta diterbitkan ulang via Bumi Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: