Mayday Persatuan Perjuangan Politiknya Kelas Tertindas

MAYDAY - PERSATUAN  PERJUANGAN POLITIKNYA KELAS TERTINDAS

Hari Perjuangan Kaum Tertindas Sedunia Berhadapan dengan Kaum Penindas Sedunia

Tinggalkan Elit Politik Pro MODAL

Tinggalkan Partai Borjuis – Pro Modal

 

Tidak Boleh Lagi Mereka Yang Menentukan Nasib Kita

Tapi Kitalah Sendiri Yang Menentukan!

 

Bangun dan Dirikan Partai Politik Kaum Buruh & Rakyat Tanpa Elit Pro Modal

Tolak Pasar Bebas

Bentuk Undang – undang (UU) Perlindungan Buruh : Domestik & Buruh Migran Indonesia

Bangun Konfederasi Alternatif Yang Sejati

 

Hapus Sistem Kerja Kontrak & Outsourching

Hapus Upah Murah &Upah Riil Nasional untuk Kaum Buruh

Tolak Regulasi UU Anti Buruh&Anti Demokrasi:

Tolak PERDA Jawa Barat, dan UU Anti Buruh&Anti Demokrasi Lainnya :

Wujudkan UU Perllindungan Buruh &UU Perlindungan Hak Demokrasi

Jaminan Sosial untuk Kaum Buruh&Rakyat / Bukan BPJS

Pendidikan&Kesehatan Gratis untuk Buruh&Rakyat

Berantas Korupsi Hingga ke Akarnya

Selamatkan Buruh Migran Indonesia&Berikan Perlindungan

 

Bangun Industri Nasional yang Mandiri dan Bervisi Kerakyatan

Nasionalisasi Aset Vital di Bawah Kontrol Rakyat

Berantas Korupsi&Sita Harta Koruptor

Tolak Hutang Luar Negeri

Distribusi/Pemerataan Kekayaan Negara Untuk Rakyat

 

Bangun Persatuan Buruh & Rakyat

Bangun Partai Politik Buruh & Rakyat

Hancurkan KAPITALISME – NEOLIBERAL

 

Hari Buruh Sedunia (Mayday) dirayakan oleh kelas buruh di seluruh dunia setiap tanggal 1 Mei. Perayaan tersebut dilakukan sejak tahun 1886, berawal dari perjuangan kelas buruh atas hak-hak dan kesejahteraan. Pada saat itu, kondisi buruh luar biasa menderita, dimana mereka bekerja selama 19 sampai 20 jam sehari untuk mendapatkan upah yang hanya cukup untuk membeli sepotong roti saja.

Dari kondisi yang sungguh menyedihkan tersebut kelas buruh mulai mengorganisir dirinya dalam serikat buruh dan melakukan serangkaian pemogokan serta aksi-aksi dengan tuntutan 8 jam kerja, 8 jam istrahat dan 8 jam rekreasi. Puluhan ribu buruh di Chicago, AS, turun kejalan dan mendapat tindakan refresif dari kepolisian. Puluhan buruh luka-luka dan tertembak bahkan beberapa orang meninggal dunia. Teriakan ribuan buruh, mayday..mayday..mayday (sinyal bahaya) kemudian membahana keseluruh dunia dan memicu kemunculan perlawanan buruh di negara-negara lain. Akhirnya, perjuangan kaum buruh yang tak lelah tersebut mendapat hasil. Dengan persatuan dan perjuangan kelas buruh maka tuntutan mereka bisa diwujudkan.

Hari ini kita bisa sediit menikmati apa yang telah diperjuangkan kelas buruh 129 tahun yang lalu. Dari perjuangan kelas buruh tersebut kita memahami bahwa apa yang kelas buruh dapatkan buah dari hasil perjuangan. Karena nasib kaum buruh tidak dapat berubah jika bukan kaum buruh sendiri yang memperjuangkannya. Demikian juga kita dapat belajar bahwa persatuan melalui serikat buruh maka hak-hak buruh bisa direbut.

Kondisi kita, buruh dan rakyat lainnya sekarang sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan kondisi buruh ratusan tahun yang lalu. Meskipun tuntutan 8 jam kerja bisa dimenangkan namun masih ada praktek buruh yang bekerja labih dari 8 jam tanpa dibayar lemburnya. Selain itu, buruh masih dihadapkan dengan sistem kerja kontrak, outsourcing, harian lepas serta borongan yang menyalahi peratusan yang ada. Sistem kerja tersebut mengakibatkan tidak adanya jaminan dan kepastian kerja. Tingkat kesejahteraan yang selalu menurun dan semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sistem kerja yang demikian juga menyebabkan daya tawar buruh lemah karena buruh tidak berani untuk berserikat disebabkan ketakutan ancaman PHK.

Sistem kerja tersebut akibat dari adanya kebijakan tenaga kerja yang fleksibel (Labour market Fleksibility) dimana buruh hanya dijadikan ‘barang dagangan’ oleh pengusaha, bisa dibuang kapan saja jika sudah dianggap tidak produktif lagi. Ini yang disebut sebagai perbudakan gaya baru dimana buruh dianggap sebagai budak, tenaga dan keringatnya diperas untuk kepentingan modal pengusaha sementara kesejahteraan tidak pernah didapatkan. Dan parahnya lagi, pemerintah cenderung berpihak pada kepentingan pengusaha dengan melakukan pembiaran terhadap praktek perbudakan tersebut.

Lahirnya sistem tersebut tentunya untuk kepentingan pemilik modal/pengusaha dan sangat merugikan kaum buruh. Sistem kerja kontrak dan outsourcing, upah murah, pemberangusan serikat buruh, jam kerja panjang, merupakan turunan kebijakan dari Neoliberalisme. Neoliberalisme/Kapitalisme adalah sistem ekonomi politik yang membuat kehidupan buruh dan rakyat sengsara dimana kebijakan yang ada tidak berpihak pada buruh dan rakyat seperti upah murah, sembako mahal, sistem kerja kontrak dan outsourcing, BBM mahal, pendidikan dan kesejahatan mahal, aset-aet vital negara seperti tambang minyak, batu bara, emas, gas dan sebagainya dijual kepada pemilik modal (swasta), perumahan yang tidak terjangkau oleh rakyat miskin, pengangguran, kemiskinan dan persoalan sosial lainnya.

Sistem Neoliberalisme (perbudakan model baru) yang menindas dan menghisap harus dihancurkan oleh kekuatan persatuan buruh dan rakyat. Kelas buruh yang menjadi kekuatan sejati dari perubahan harus mengkonsolidasikan dan menyolidkan diri melalui serikat-serikat buruh/pekerja yang sejati, sebagai alat perjuangan. Karena tidak akan mungkin kesejahteraan, kemerdekaan dan keadilan bisa kita dapatkan jika ita tidak merebut dengan perjuangan.

Tapi tidak boleh berhenti disini saja perjuangan kita, seluruh kaum buruh tidak boleh tidak, haruslah berorganisasi, berserikat dengan benarnya, lalu untuk keselamatan dirinya sepanjang hayat. Kaum buruh berbareng dengan rakyat tertindas lainnya. Tidak bisa tidak kecuali berkumpul – kumpul dalam persatuan besarnya dituntun garis perjuangan yang sudah tentu adalah garis perjuangan yang berhadapan dengan kelas modal dan kaki tangannya.

Kaum buruh tidak bisa tidak, kecuali harus menginsyafi, bahwa alat perjuangan, di ormas, harus diperkuat dan diperhebat lagi dengan senjata perjuangan politiknya. Sebab semua sendi kehidupan ekonomis dan politik yang adil, mensejahterakan, tidak bisa tidak, kecuali dengan senjata untuk perjuangan politiknya: yakni PARTAI POLITIKNYA KAUM BURUH&RAKYAT, yang bersih dari anasir elit pro modal, harus memutus keterhubungan habis-habisan dengan elit borjuasi dan anteknya.

Hari Buruh Sedunia tahun ini, haruslah menuntun kesadaran umum kaum buruh indonesia kepada jalan sesungguhnya yang harus ditempuh, jalan benar menuju perubahan yang sebenarnya, bukan bersama mereka yang selalu MENISTAKAN kaum buruh.

Bangun Persatuan Kaum Buruh Indonesia & Rakyat Tertindas lainnya,

Bergerak Bersama, Berjuang Bersama

Junjung MAYDAY Menuju Keselamatan Kaum Buruh&Rakyat Indonesia

Wujudkan Partai Politik Buruh&Rumah Rakyat – Tanpa Kooptasi Elit Borjuasi / Pro Modal

*Pernyataan sikap Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN). Diambil dari akun resmi SGBN di Facebook dan pernyataannya di grup Sekber Buruh. Disunting ulang dan dipublikasikan kembali via Bumi Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: