Mahasiswa Papua di Malang Menentang Imperialisme dan Menuntut Demokratisasi

Mahasiswa Papua di Malang Menentang Imperialisme dan Menuntut Demokratisasi

Puluhan mahasiswa Papua di Malang turun ke jalan pada pagi 1 Mei 2015, memperingati pendudukan militer Indonesia dan eksploitasi perusahaan-perusahaan Imperialis di Papua. Plakat-plakat bertuliskan: “Menolak segala bentuk perampasan tanah bagi kepentingan investasi kaum Imperialis”, “AS bertanggungjawab atas manipulasi sejarah Papua”, “Tarik militer TNI-Polisi organik-non-organik dari seluruh tanah Papua”, dan berbagai plakat perlawanan lainnya diusung massa aksi dalam demonstrasi di depan gedung DPRD Kota Malang sejak jam 9.00 pagi.

Aksi di bawah bendera Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota (KK) Malang ini menyatakan bahwa jajak pendapat (disebut PEPERA) pada tahun 1969 yang menentukan apakah Papua Barat berdiri sebagai negara sendiri secara merdeka ataukah bergabung dengan Indonesia, tidaklah demokratis, karena dijalankan dengan teror, intimidasi, represi, bahkan pembunuhan, agar rakyat di Papua Barat setuju digabungkan menjadi wilayah Indonesia. Bahkan jumlah yang dilibatkan sebagai pemilih dalam PEPERA hanyalah sebesar 1.025 orang dari total 800.000 orang Papua yang memiliki hak untuk memilih.

Selain itu massa aksi juga mengungkap bahwasanya jauh-jauh hari sebelum dilaksanakannya PEPERA tahun 1969, rezim kediktatoran militer Orde Baru pimpinan Soeharto telah menandatangani kerjasama dengan perusahaan-perusahaan Imperialis dunia untuk mengeksploitasi kekayaan alam di Papua. Ini dibuktikan dengan ditandatanganinya Kontrak Karya I antara rezim Soeharto dengan perusahaan Imperialis asal Amerika Serikat (AS), Freeport Mc Moran Gold and Copper, perusahaan tambang emas dan tembaga pada tahun 1967.

Hubungan antara kediktatoran militer dan Imperialis AS inilah yang menurut massa aksi kemudian menjadi biang keladi utama atas penindasan dan penghisapan terhadap rakyat di Papua. Bahkan menurut Korlap Aksi AMP KK Malang, intimidasi, represi, dan pemberangusan demokrasi ini tidak berhenti dengan jatuhnya Orde Baru, namun terus berlanjut hingga di rezim Jokowi-JK saat ini.

Massa aksi menegaskan hal tersebut dengan memblejeti penembakan dan penangkapan terbaru oleh aparat terhadap rakyat di Papua. Mereka menjabarkan penembakan Paniai oleh aparat yang menewaskan empat orang siswa SMA dan melukai belasan warga Papua sebagai buah rasisme dan Imperialisme di Papua. Korlap aksi AMP KK Malang juga mengecam kebrutalan lanjutan berupa penangkapan besar-besaran terhadap 200 orang warga Papua (di antaranya 48 perempuan dan tiga anak-anak) melalui operasi gabungan aparat militer dan kepolisian pada 6 Januari 2015. Massa aksi membantah dalih aparat yang menyatakan represi-intimidasi tersebut untuk melawan terorisme karena pada kenyataannya aparat Indonesia juga membubarkan paksa kegiatan penggalangan dana kemanusiaan KNPNB Yahukimo untuk bencana badai POM Vanuatu, dimana pembubaran tersebut mengakibatkan Obagma Senegil tewas dan empat orang luka-luka. Korlap Aksi memperingatkan bahwa penindasan demikian akan berlanjut bahkan bertambah banyak dengan diperbanyaknya institusi komando ekstrateritorial di berbagai daerah di Papua, salah satunya di Kabupaten Wamena.

Karena itu AMP menuntut bubarkan KODAM, KODIM, KOREM, BABINSA, dan tarik aparat militer serta kepolisian baik organik maupun non-organik dari seluruh tanah Papua. Mereka juga menuntut penghentian eksploitasi dan penutupan seluruh perusahaan milik kaum Imperialis (Freeport, BP, LNG Tangguh, Corindo, Medco, dan lain-lain). Ditambah dengan tuntutan untuk mewujudkan dan menjamin kebebasan berpendapat, berserikat, dan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua sebagai solusi demokratis.

Comments
One Response to “Mahasiswa Papua di Malang Menentang Imperialisme dan Menuntut Demokratisasi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: