Kalian Akan Selalu Kalah di Melbourne – Tersungkurnya Kaum Fasis di Richmond

wpid-kalian-akan-selalu-kalah-di-melbourne-–-tersungkurnya-kaum-fasis-di-richmond.jpg.jpeg

image

Suatu mobilisasi fasis telah dikalahkan di Richmond oleh kontra-mobilisasi dari para aktivis anti rasis. Ini merupakan kemenangan penting.

Kaum fasis, yang diorganisir oleh United Patriots Front (UPF) atau Front Patriot Bersatu, yang menggambarkan diri sebagai “gerakan skala bangsa, menentang menyebarnya pengkhianatan Sayap Kiri dan menyebarnya Islamisme”, telah mendeklarasikan acara vital dalam agenda mereka membangun kembali sayap kanan di Australia.
(UPF di Melbourne dipimpin oleh Neil Erikson dan Blair Cottrell yang pro-NAZI. Pos-pos publik via media sosial oleh mereka salah satunya berbunyi: “Yahudi…telah mengenalkan dan menormalisasi Komunisme, perzinahan, homoseksualitas, ateisme…egalitarianisme yang berakibat anak haramisasi dan pencampuran ras”).

Tujuan UPF adalah berarak-arakan di Richmond Town Hall atau Balai Kota (Kecamatan) Richmond, yang merupakan simbol dari semua yang dibenci sayap kanan: markas anggota dewan kotapraja sosialis dan sekretariat bersama tempat dikibarkannya panji-panji Pelangi, Aborijin, dan pribumi Teluk Torres. Balai Kota Richmond juga terletak di daerah dengan kemajemukan suku, ras, bangsa, dan budaya.

Namun para anggota dan simpatisan UPF malah difasilitasi aparat kepolisian Negara Bagian Victoria, yang dengan memalukannya membuka ruas jalan Bridge Road–yang sudah diblokir oleh kontra-reli atau arak-arakan tandingan–agar kaum fasis bisa leluasa berjalan ke Balai Kota. Pemerintah daerah negara bagian Victoria di bawah rezim Partai Buruh inilah yang bertanggungjawab atas pasukan aparat kepolisian. Bagaimana bisa pendampingan polisi diberikan kepada preman-preman bertato dan berbaju swastika ini, kita hanya bisa menebak-nebak.
Namun aparat kepolisian tidak hanya memberikan pendampingan kepada kaum fasis. Beberapa aparat bahkan menyerang para demonstran anti-rasis. James Plested, salah seorang demonstran sekaligus relawan desain di koran Red Flag (Bendera Merah–koran resmi Socialist Alternative.ed) menyatakan: “Para polisi menyeretku dari atas tangga Balai Kota lalu memukuliku wajahku”. Mata Plested lebam dan memar serta harus dirawat petugas medis di lokasi.

Meskipun sudah menyewa bekingan polisi, UPF tidak berhasil. Sebanyak 300 aktivis anti-rasis berhasil menerobos barikade polisi di tepi balai kota untuk memblokir kaum fasis di menit terakhir dan memaksa mereka mundur. Kaum fasis terkepung di jalan, dikelilingi dari dua sisi, dan akhirnya terpaksa melarikan diri, lagi-lagi dengan perlindungan polisi.

Kemunduran
UPF memandang mobilisasi ini sebagai langkah kunci untuk membangun organisasi fasis yang lebih besar dan koheren sekaligus sebagai blok untuk reli-reli anti-Muslim tanggal 18 dan 19 Juli di seluruh Australia. “Begitu kita melakukan reli (31 Mei) itu kita akan langsung melejit”, tulis salah satu moderator grup FB di Mei awal ini.
Menjelang mobilisasi, laman FB UPF sudah merasa jumawa: “Besok kita akan mencetak sejarah! Kaum Kiri tidak pernah ditantang dalam puluhan tahun!! Jangan lewatkan!! dan mereka akan berak di celana!”

Shermon Burgess, pimpinan UPF cabang New South Wales dalam pos videonya mengatakan: “Akan kita tancapkan ke para pengkhianat komunis ini..Kami adalah United Patriots Front/Front Patriot Bersatu. Kami akan berjalan menghadapi kaum kiri dan akan kami bungkam mulut sampah mereka.” Neil Erikson berkoar: “Ini akan jadi hari yang agung…Orang-orang (telah) berdatangan dari tiap negara bagian di Australia untuk kesini besok.”

Penting untuk menghentikan UPF dan menggagalkan rencananya. Meskipun semua retorikanya adalah retorika anti-kiri, suatu gerakan sayap kanan yang mengeras akan berarti meningkatnya serangan jalanan bukan hanya terhadap Muslim pada khususnya namun juga terhadap para imigran, kaum Aborijin, dan kelompok-kelompok minoritas pada umumnya. Memang, surat kabar The Age dalam jaringan (daring/online) memuat foto pendukung UPF berkaos Swastika meneriaki seorang perempuan Muslim sebelum demonstrasi.

Inilah pentingnya menghentikan kaum fasis dalam setiap aksinya. “Jika beberapa lusin rasis ini berkumpul, mereka menumpahkan kebencian dan kekerasannya terhadap siapapun yang mereka lihat dan temui”, kata Vashti Kenway, anggota Socialist Alternative dan Kampanye Melawan Rasisme dan Fasisme. “Menghentikan mereka agar tidak bisa mengorganisir dan melakukan aksi adalah hal yang vital. Sejarah menunjukkan bahwa bila kita gagal menghentikan mereka, mereka akan tumbuh membesar–dan saat mereka tumbuh membesar, membesar pula jumlah korban kejahatan kebencian mereka.”

Terlepas dari semua hingar bingar dan bantuan yang diterimanya dari aparat, namun kaum fasis kalah di Richmond. Mereka akan dikalahkan sekali lagi kalau mereka berani-berani mencoba lagi. Sebagaimana dikatakan spanduk yang dibentangkan di puncak undak-undakan Balai Kota: “Kalian Akan Selalu Kalah di Melbourne”.

(APF dan Reclaim Australia akan mengorganisir reli anti Muslim pada 18-19 Juli di kota-kota Australia. Kampanye Melawan Rasisme dan Fasisme https://www.facebook.com/campaignarf?fref=ts serta lainnya akan mengorganisir kontra-demonstrasi. Kunjungi laman FB untuk informasi lebih lanjut)

*diterjemahkan dari tulisan Ben Hillier bertajuk “‘You will always lose in Melbourne’: fascists fail in Richmond” sebagaimana diterbitkan redflag.org.au

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: