Dari Sajak Pamflet sampai Lagu Internasional

wpid-dari-sajak-pamflet-sampai-lagu-internasional.jpg.jpeg

Sajak Pamflet

Ini memang sajak pamflet
Dibaca di bawah tembok penuh corat-coret
Dibaca di bus penuh jambret
Liberal tidak usah cerewet

Matinya Seorang Kapitalis
Seorang juragan terbaring di ranjang kesakitan
Hidung dan mulut dibekap wadah transparan
Lengkap dengan infus menusuk tangan
Serta monitor pendeteksi apakah nyawa masih di kandung badan

Seorang juragan terbaring di ranjang menanti kematian
Seratus dua puluh kilogram tak bisa diselamatkan
Seratus lima puluh juta habis buat perawatan
Sekeluarga sibuk saling berebut warisan

Seorang juragan terbaring di ranjang dengan keringat bercucuran
Keringat yang dulu dipikirnya hanya diteteskan buruh-buruh yang ia pekerjakan
yang  diupah rendah, dipaksa lembur, dibentak-bentak, dan dia hinakan
Sejak angkut barang pakai becak sampai dia punya lima mobil sedan
Sampai buruhnya berkeluarga dan anaknya ikut memburuh
Nasib buruhnya tak banyak berubah, cuma punya motor cicilan

Seorang juragan terbaring di ranjang
Saat sakaratul maut menjelang
Milyaran uang dalam rekening bank
Tak akan mencegah kematian datang

***
Langit tak lagi biru tapi mulai kelabu
Tak ada lagi padi menguning, hanya sawo tanah gersang
Hatimu bagaimanapun tetap hitam
Tapi darah kami selamanya akan merah

Satu Pemandangan Dua Jendela
Dari jendela kereta engkau melihat padi hijau terhampar
Kau bilang itu sangatlah indah
Apalagi ditambah berkas mentari yang menembus mendung sore dan jatuh ke lekuk-lekuk pegunungan
sampai renunganmu dipotong pekerja kereta yang tawarkan selimut untuk menangkal AC yang buatmu makin kedinginan

Dari jendela gerbongku
Kabel listrik tak putus-putus,
melewati gubug, jemuran cucian,
dan sasaran langganan aparat keamanan
Tiga puluh enam derajat celcius
Mampus kalau kau masih ngoceh tentang posmodernisme

Aku (Tak) Ingin Mati Muda
Aku tak ingin mati muda
sebab betapa pedih duka orangtua ditinggal mati anaknya

Aku tak ingin mati di Danang
mati untuk perangnya konglomerat
mati untuk penjahat perang
yang kaya raya dan konglomerat senjata
tapi kikir untuk kaum miskin papa

Aku tak ingin mati di pangkuanmu
sebab mana tega aku pergi meninggalkanmu
sementara kau repot urusi pemakaman dan tahlilan
sampai harus hutang keluarga dan tetangga kiri-kanan

Aku tak ingin mati muda
Sebab perjuangan masihlah panjang
Tak peduli betapa banyak kita berkorban
Tak peduli betapa sering kita menderita kekalahan
Nasib terbaik adalah berjuang melawan penindasan

Lagu Internasional
Aula penuh manusia
Rakyat pekerja
Dari berbagai bangsa
Asia, Afrika, Amerika, Australia, dan Eropa
Semua peluhnya sama kecutnya
Semua jabat tangan sama eratnya
Semua sapa sama hangatnya

Aula penuh kawan
Kawan senasib dan seperjuangan
Dari buruh, tani, mahasiswa, kaum miskin kota
Dari berbagai organisasi dari berbagai tempat
Dari generasi dan pengalaman berbeda-beda

Nyanyikan lagu internasional
Sekuat nafas paru-paru
Sekuat pita suara
Sampai ruangan bergema
Sampai menembus jendela

Nyanyikan lagu Internasional
Dalam bahasa Ibumu
Dalam bahasa negerimu
Negeri yang akan kita rebut

Bendera-bendera merah tinggi berkibar
Kepal-kepal kiri diacungkan ke udara
Senyum dan tawa di setiap wajah
Semangat menyala di setiap mata
Sekarang kita berpisah
Tahun depan kita kembali bersua
Bawa kisah dan pelajaran dari tambang, dari balik barikade, dari jalanan
Sampai pembebasan, sampai kemenangan

Nyanyikan lagu internasional
Pottier, Bragg, Yuwindu, atau lainnya
Perjuanganmu, perjuanganku
Kemenanganmu, kemenanganku
Kemenangan rakyat pekerja sedunia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: