Gerakan Islam Pendukung Revolusi Rusia

wpid-gerakan-islam-pendukung-revolusi-rusia.jpg.jpeg

Tidak banyak yang mengetahui bahwasanya terdapat keterlibatan gerakan Komunisme Islam yang ikut ambil bagian mengobarkan perjuangan kelas menumbangkan Tsar dan borjuasi di Rusia, baik di revolusi 1905 maupun 1917. Gerakan Islam yang juga mendukung kekuasaan Soviet tersebut bernama Gerakan Wäisi.

Gerakan Wäisi adalah gerakan keagamaan sekaligus gerakan sosial politik di Tatarstan serta daerah-daerah lain di Rusia yang terdapat populasi Tatar pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Nama Gerakan Wäisi diambil untuk menjuluki para pengikut Bahawetdin Wäisev, seorang tokoh Islam di Tatarstan, yang memandang bahwa Kekaisaran Tsar Rusia merupakan Thogut yang menindas umat muslim dan rakyat Tatarstan.

Selama bertahun-tahun mereka melakukan pembangkangan sipil terhadap peraturan hukum dan pemerintahan Shar sembari menyerukan bahwa umat muslim hanya patuh pada Syariah Islam dan Al-Qur’an. Bahkan Gerakan Wäisi menolak wajib militer Tsar dengan landasan bahwasanya haram hukumnya mengabdi pada tentara-tentara kafir.

Atas penentangannya terhadap kekuasaan Tsar, Bahawetdin Wäisev kemudian ditangkap pada tahun 1884 bersama banyak pimpinan Gerakan Wäisev lainnya. Terhitung sampai tahun 1897 terdapat 100 pengikut Wäisi yang ditangkap dan diasingkan oleh aparat pemerintahan Tsar. Bahawetdin Wäisev sendiri akhirnya meninggal dalam tahanan di tahun 1893. Kepemimpinan gerakan kemudian diambil alih puteranya: Gainan Wäisev.

Menghadapi gelombang pasang reaksi intimidasi dan represi dari Tsar tersebut aktivis-aktivis Gerakan Wäisi kemudian beralih melakukan kerja-kerja klandestin/ilegal. Meskipun demikian mereka masih memiliki jumlah pengikut relatif besar. Basis kelas Gerakan Wäisi merupakan komposisi dari kaum tani, pengerajin, dan borjuis kecil.

Saat Revolusi 1905 meletus, Gerakan Wäisi menempuh transformasi yang cukup signifikan dari fundamentalisme Islam menjadi Sosialisme Islami dan mengambil resolusi untuk mendukung sekaligus berpartisipasi dalam Soviet-Soviet yang ada. Meskipun seluruh Soviet yang bangkit di Revolusi 1905 dihancurkan gelombang kontra-revolusi antara tahun 1905 hingga 1907 namun Gerakan Wäisi berhasil mengumpulkan jumlah pengikut yang besar dan hampir mencapai 15.000 orang. Jumlah ini tersebar di Gubernuran Kazan (khususnya Kazan, Sviyajsk, Arsk Uyezds), dan gubernuran-gubernuran lainnya yang terletak di teritori kekuasaan Tsar di bagian Asia Tengah.

Saat Revolusi kembali pecah di tahun 1917, Gerakan Wäisi kembali mendukung pemerintahan negara buruh Soviet Rusia yang berdiri setelah menggulingkan rezim Pemerintahan Sementara Alexander Kerensky. 

Mereka juga menggabungkan diri sebagai salah satu resimen Tentara Merah yang didirikan Trotsky untuk melawan kontra-revolusi Tentara Putih serta belasan negara Imperialis lainnya. Selama enam tahun perang sipil tersebut banyak pimpinan Gerakan Wäisi tewas membela negara buruh dan mendukung program-program sosialis Lenin. Bahkan Ğaynan Wäisev sendiri tewas terbunuh dalam Perang Sipil tersebut. Namun dalam periode Komunisme Perang di dekade 1920an Gerakan Wäisi berhasil mendirikan Komune Yaña Bolğar yang bersifat otonom di Chistopol untuk menopang jemaahnya yang meskipun berjuang bersama tapi tetap membedakan diri dari kaum Bolshevik Rusia (dimana banyak muslim Tatar juga menjadi anggotanya).

Bagaimanapun juga seiring dengan gagalnya revolusi-revolusi di negara industri kapitalis maju, khususnya gagalnya revolusi Jerman 1919-1920, Uni Soviet kemudian terisolasi dan memunculkan tendensi kaum birokrat yang dipuncaki di tahun 1928 dengan berkuasanya kediktatoran birokrat partai Komunis di bawah pimpinan Joseph Stalin dan diusirnya Leon Trotsky dari Rusia serta diburunya para anggota Oposisi Kiri.

Tahun 1932-1933 kaum birokrat Stalinis ketakutan akan adanya pergolakan sosial akibat kolektivisasi paksa serta bencana kelaparan, mulai berusaha menyingkirkan semua kelompok yang berpotensi melakukan oposisi dan melawan kediktatoran kaum birokrat. Awalnya tahun 1933 sebanyak 400.000 anggota partai dipecat, semua faksi dibubarkan, dan sentralisme demokrasi dihapuskan. Tahun 1936 pembersihan ini merembet kemana-mana. Termasuk mengarah ke Gerakan Wäisi.

Dalam Periode The Great Purge atau Pembersihan Besar-Besaran di tahun 1936 hingga 1938 itulah Gerakan Wäisi dihancurkan. Bersama dengan para anggota Partai Komunis, petugas-petugas pemerintah, pimpinan-pimpinan kaum tani, dan perwira-perwira Tentara Merah, yang menjadi sasaran tidak hanya pengawasan, namun juga dicap kontrarevolusioner, konspirator anti-Soviet, dan kemudian ditangkap, dipenjara, disiksa, diadili, dan dieksekusi. Banyak para pengikut dan pimpinan Gerakan Wäisi yang tidak tewas dalam penyiksaan atau eksekusi akhirnya menemui ajalnya di kamp-kamp kerja paksa, baik karena penyakit maupun kelelahan.

Sumber:
Wäisi movement, Wikipedia The Free Encyclopedia, http://en.wikipedia.org/wiki/W%C3%A4isi_movement

Islamic Socialism, Wikipedia The Free Encyclopedia, http://en.wikipedia.org/wiki/islamic_socialism

Islamic Socialism: A History from left to right, Dawn, http://www.dawn.com/news/787645/islamic-socialism-a-history-from-left-to-right

Comments
One Response to “Gerakan Islam Pendukung Revolusi Rusia”
  1. martin scorcese mengatakan:

    Hmmm…. ngga kaget sih, itu udah berita lama. Wajar aja, Islam khan emang sudah dikenal peran dan kontribusinya untuk pengembangan sistem yang opresif dan totaliter di luar islam. Mereka mungkin sering “bentrok” (setidaknya yg terlihat di luar) dengan kaum imperialis barat – terutama oleh sejarah perang salib dan invasi islam – tapi mereka memberikan yg penuh dan total kepada sistem “alternatif” dari kapitalisme ala eropa barat : fasisme dan komunisme. (Terutama fasisme, sebuah revolusi eropa yg juga datang dari kelas pekerja) So… selamat berpuasa buat para mohameddians!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: