Britania – 250.000 Demonstran Aksi Menentang Pemotongan Anggaran – Singkirkan Kaum Tories, Singkirkan Kapitalisme!

wpid-britania-–-250.000-demonstran-aksi-menentang-pemotongan-anggaran-–-singkirkan-kaum-tories-singkirkan-kapitalisme.jpg.jpeg

Demonstrasi Akhiri Pemotongan Anggaran Sekarang pada Sabtu 21 Juni 2015 telah melampaui semua dugaan. Menjelang aksi ini, para pengorganisir demnstrasi, yaitu Majelis Rakyat Melawan Pemotongan Anggaran – suatu koalisi nasional dari kampanye-kampanye komunitas lokal, serikat-serikat buruh, dan kelompok-kelompok aktivis – memperkirakan bahwa partisipan aksi di London akan sebesar 50.000 hingga 100.000. Namun akhirnya polisi memperkirakan bahwa aksi di London saja sudah terdiri dari sekitar 250.000 partisipan atau bahkan lebih. Ribuan orang juga turun ke jalan di Liverpool dan Glasgow. Dari judul aksi hingga plakat-plakat yang diusung dan yel-yel yang diteriakkan, pesan rakyat jelas dan keras: kami menolak pemotongan anggaran!

Generasi Baru

Demonstrasi yang diorganisir Majelis Rakyat adalah puncak demonstrasi-demonstrasi dan protes-protes lokal spontan berminggu-minggu yang meletus akbat kemenangan kaum Tories (konservatif.ed) yang mengagetkan dalam Pemilu 7 Mei lalu. Memang karakteristik yang menentukan dari periode pasca-Pemilu adalah karakteristik militan dan semangat angkara murka radikal yang berkobar dimana-mana –yang sebelumnya telah menumpuk di bawah permukaan selama bertahun-tahun—dan meletus ke permukaan, dengan ribuan orang berunjuk rasa di luar Downing Street (kantor Perdana Menteri) di akhir Pemilu, dan ribuan lainnya berdemonstrasi di kota-kota di seluruh penjuru Britania melawan kaum Tories dan pemotongan anggaran.

Demonstrasi 20 Juni—yang secara simbolis dimulai di kota London di hadapan Bank Inggris dan berakhir di sebelah Alun-alun Istana Parlemen Westminster—adalah cerminan kentara dan keras dari radikalisasi yang terjadi setelah kemenangan kaum Tories di Pemilu. Jauh dari terdemoralisasi dan tunduk menyerah, rakyat jelata justru terus melawan. Ini ditunjukkan dengan jelas pada Sabtu dengan atmosfer demonstrasi yang bagaikan festival atau karnaval dimana terdapat semangat antusias namun penuh perlawanan.

Patut dicatat disini adalah antusiasme dan dinamisme puluhan ribu pelajar sekolah di demonstrasi hari Sabtu, yang banyak dari mereka datang sendiri (dari tempat yang jauh) demi mengikuti protes besar pertama mereka. Jelas bahwa generasi yang sepenuhnya baru telah ditarik masuk aktivitas politik dengan berbasiskan aksi-aksi ini, dan ini adala kesempatan pertama mereka untuk mengekspresikan angkara dan hasrat mereka untuk suatu perubahan radikal. Masuknya mereka ke dalam medan aktivisme politik telah memberikan nafas segar dan membantu menggembleng gerakan serta menyediakan angin baru untuk layar perjuangannya.

Demonstrasi-demonstrasi terbaru ini sejauh ini merupakan demonstrasi-demonstrasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir ini—hanya kalah jumlah oleh “Arak-arakan untuk Alternatif” TUC bermassa satu juta di tahun 2011. Sejak itu, dengan sedikitnya yang ditunjukkan selama bertahun-tahun pemogokan dan demonstrasi, protes-protes TUC telah menurun jumlah massanya, dan beberapa rasa kemunduran telah menyergap beberapa kali. Banyak yang merasa mereka bagaikan para prajurit yang dimaju-mundurkan tanpa strategi atau perencanaan.

Kontras dengan itu, Akhiri Pemotongan Anggaran Sekarang, merupakan demonstrasi yang luar biasa hidup, akibat—utamanya—kehadiran kaum pemuda yang sebagian besar sangatlah teradikalisasi dan militan. Kaum pemuda radikal ini pulalah yang memimpin jalannya protes-protes lokal semi-spontan yang meletus di seluruh penjuru negeri di periode terkini.

Para aktivis serikat buruh hadir di hari Sabtu dalam jumlah besar, dan serikat-serikat macam Unite, PCS, RMT, FBU, dan lainnya juga turun berpartisipasi dengan barisan-barisan besar di demonstrasi, seperti di banyak kampanye nasional terkait isu perumahan dan National Health Service (NHS) atau Layanan Kesehatan Nasional. Partai Hijau dan Majelis Buruh Melawan Pemotongan Anggaran – mempromosikan Jeremy Corbyn sebagai pemimpin Partai Buruh – juga tampak jelas di aksi. Namun kehadiran dan partisipasi kaum pemudalah yang datang tanpa organisasi, lah, yang menjadi tenaga pendorong paling dinamis di balik aksi Sabtu ini.

Sistemnya Rusak
Para pendukung Socialist Appeal atau Seruan Sosialis (majalah sekaligus seksi Britania dari International Marxist Tendency (IMT) atau Tendensi Marxis International) memiliki barisan yang jelas dan keras di aksi Akhiri Pemotongan Anggaran Sekarang. Koran terbaru dengan tajuk utama berjudul “SISTEMNYA RUSAK: KITA BUTUH REVOLUSI” disambut dengan penuh antusiasme oleh orang-orang lain dalam aksi, begitu juga yel-yel “Singkirkan Kaum Tories! Singkirkan Kapitalisme!”

Patut dicatat adalah kehadiran Federasi Mahasiswa Marxis di barisan Pemuda Mahasiswa Revolusioner. Berkumpul di depan barisan di balik spanduk berslogan sama dengan halaman depan Socialist Appeal, suatu barisan besar pemuda bergerak bersama dari Bank ke Parlemen, meneriakkan yel-yel revolusioner sepanjang jalan seperti: “Potongan Tory bukan solusi – Britania butuh revolusi!” Tak diragukan lagi, ini adalah barisan paling bersemangat dan hidup dari semua barisan aksi, sebagaimana komentar banyak pihak. Memang, begitu hidup dan bersemangatnya barisan itu sehingga banyak barisan lain tertarik bergabung di sepanjang aksi.

Saat yang bersamaan, terdapat ketertarikan besar di antara massa yang menerima leaflet-leaflet yang dibagikan kamerad-kamerad Socialist Appeal untuk REVOLUTION 2015 – suatu festival pemikiran Marxis dan sosialisme revolusioner yang diorganisir IMT dan dituanrumahi oleh UCLU Marxists.

Secara keseluruhan aksi ini menunjukkan bahwa saat ratusan ribu orang berpartisipasi dalam tuntutan “Akhiri Pemotongan Anggaran Sekarang”, terdapat ribuan—khususnya dari generasi baru aktivis-aktivis—yang menarik kesimpulan-kesimpulan revolusioner secara eksplisit dan ingin berjuang untuk transformasi fundamental masyarakat.

Selanjutnya Kemana?

Semangat militan dan radikal demonstrasi juga tercermin dari respon terhadap orasi-orasi akhir demonstrasi, dimana sorak-sorai paling keras dan tepuk-tangan paling membahana diberikan bagi mereka yang mencantumkan kata sosialisme, seperti Jeremy Corbyn, kandidat sayap kiri untuk pimpinan Partai Buruh dan Julie Hasmondhalgh, aktris Coronation Street. Sementara Marx Serwotka sekretaris jenderal Public and Commercial Services Union (PCS) atau Serikat Pekerja Jasa Komersial dan Publik, mendapatkan respon antusias atas usulnya untuk menggelar mogok kerja.

Contoh-contoh demikian dengan jelas menunjukkan bahwa kaum buruh dan pemuda tengah mencari alternatif yang tegas; suatu jawaban tegas terhadap pertanyaan: kemana jalan keluarnya? Namun sembari semua pembicara jelas menggaungkan sentimen oposisi terhadap pemotongan anggaran, hanya sedikit yang tahu apa alternatifnya dan bagaimana kita memperjuangkannya. Dengan beberapa pengecualian seperti yang disarankan Mark Serwotka seperti aksi industrial gabungan dan seruan bai setiap orang untuk mendaftar sebagai pendukung resmi Partai Buruh untuk memvoting Jeremy Corbyn—sangat sedikit yang ditawarkan para pembicara utama, selain apa yang mereka katakan dan sudah diketahui massa: pemotongan anggaran itu buruk, dan sebagainya.

Fakta adanya protes sebesar dan sedinamis itu tentu saja harus dirayakan dan tidak patut dilupakan. Gerakan jelas bangkit lagi, dan besarnya partisipasi dan semangat massa di aksi Sabtu ini tak diragukan lagi akan memberikan kepercayaan diri kepada rakyat untuk berjuang dan melawan kaum Tories. Namun demi bergerak maju diperlukan suatu arah yang jelas. Bila arah demikian idak diberikan maka ada risiko kepercayaan diri ini akan hancur, karena rakyat hanya melihat sedikit yang ditunjukkan dari demonstrasi ke demonstrasi, dari pemogokan parsial ke pemogokan parsial, tanpa strategi menyeluruh mengenai bagaimana mencapai kemenangan sejati.

Pertanyaan kunci dalam hal arah adalah kepemimpinan gerakan untuk menjelaskan apa alternatif terhadap pemotongan anggaran. Jelas dari orasi-orasi bahwasanya setiap orang melawannya. Banyak sumbangsih dibicarakan mengenai perlunya menentang pemotongan anggaran, menangkal kesenjangan sosial, dan meredistribusikan kekayaan di masyarakat. Namun tak seorangpun menjelaskan bagaimana pemotongan anggaran ini bisa terjadi; mengapa kesenjangan bisa mencapai tingkat yang membuat orang menangis; atau bagaimana kita bisa menjamin bahwa kekayaan di masyarakat digunakan untuk kebutuhan rakyat jelata.

Dalam analisis final, krisis ekonomi bukan diakibatkan semata oleh bankir-bankir serakah, maupun pemotongan anggaran bukan semata ciptaan ideologis kaum Tories. Baik krisis maupun pemotongan anggaran mengalir dari hukum dan logika sistem kapitalis serta anarki pasar. Satu-satunya alternatif adalah menggulingkan sistem kepemilikan pribadi ini dan menggantikannya dengan produksi rasional dan demokratis. Hanya dengan transformasi masyarakat sosialis kita akan bisa benar-benar mengakhiri pemotongan anggaran. Semua omongan mereformasi kapitalisme hanya mengarah ke kegagalan.

Ini program sosialis yang tegas yang dibutuhkan. Inilah program yang seharusnya dituntut para pemimpin gerakan. Inilah program revolusioner yang diperjuangkan kaum Marxis. Kami mengajak kalian untuk bergabung dengan kami dalam perjuangan ini. Kita tidak akan kehilangan apapun selain belenggu kita. Kita punya dunia untuk kita menangkan.

*ditulis Socialist Appeal Britania dan dipublikasikan In Defence of Marxism 22 Juni 2015. Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dipublikasikan ulang via bumi rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: