Demonstrasi OXI secara Massif di Athena

wpid-demo-oxi-yunani-copy.jpg.jpeg

Jumat, 3 Juli 2015, terdapat suatu demonstrasi OXI (bahasa Yunani untuk “tidak”) di Athena menjelang referendum atas kebijakan-kebijakan pemotongan anggaran Institusi-institusi atau Troika. Demonstrasi ini digelar di alun-alun Syntagma, di luar parlemen Hellenis.

Meskipun Reuters memperkirakan bahwa demonstrasi ini bermassakan 50.000 orang namun para demonstran yang pernah menyaksikan demonstrasi-demonstrasi sebelumnya menyatakan pada kami bahawa angka massa lebih mendekati 150.000 orang. Inilah Demonstrasi Alun-alun Syntagma terbesar dalam lima tahun terakhir. Bahkan beberapa pihak mengatakan inilah demonstrasi terbesar semenjak jatuhnya kediktatoran di Yunani. Sentimen massa sangatlah revolusioner dan tak ada bandingannya dengan protes-protes di periode sebelumnya. Kelas buruh dan pemuda juga mendukung peristiwa ini dalam jumlah besar.

Demonstrasi-demonstrasi “tidak” lainnya juga terjadi di seluruh penjuru negeri, khususnya di Thessaloniki dimana diperkirakan terdapat 10.000 demonstran. Kampanye “ya” yang meskipun didukung media massa utama, tidak berhasil mengumpulkan lebih dari 30.000 orang. Itu pun komposisinya didominasi kelas menengah dan kelas atas. Tentu saja media massa membingkai peliputan aksi protes “Ya” seakan-akan sebagai protes utama massa sementara kampanye “tidak” hampir tidak diliput sama sekali. Ini menunjukkan sentimen borjuasi Yunani yang telah bertekad, bersama dengan kelas kapitalis Eropa, untuk menggulingkan pemerintahan Syriza dan mendemoralisasikan massa Yunani.

Bagaimanapun juga, berkebalikan dengan keinginan mereka, sentimen di jalanan teradikalisasi dengan pesat. Sejak Tsipras menyerukan referendum, terdapat suatu militansi dan antusiasme yang berkembang di antara massa pekerja Yunani untuk mengalahkan program pemotongan anggaran para kreditur. Seluruh Athena terdapat banyak sekali poster dan spanduk OXI, sedangkan poster NEA (Ya) hanya sedikit sekali. Meskipun kubu Ya dan Tidak tampaknya bersaing ketat dalam jajak pendapat, namun hal ini tidak mencerminkan perbedaan kualitatif antara kedua kampanye. Mereka yang berada di jalanan dengan aktif memperjuangkan “Tidak” utamanya merupakan kelas buruh yang sangat bersemangat. Berkebalikan dengan itu, kubu Ya utamanya menarik kelas menengah dan borjuasi ke dalam demonstrasi-demonstrasinya, yang kurang antusias. Referendum telah memercikkan kembali perjuangan melawan pemotongan anggaran kapital, dengan partisipasi aktif massa di jalanan.

Saat kami naik di Alun-alun Syntagma, seakan-akan terdapat bintang-bintang olahraga terkenal yang memasuki lapangan, dengan pengecualian bahwasanya tim olahraga berjumlah puluhan ribu. Terdapat cahaya-cahaya menyilaukan dari podium para pembicara, pidato-pidato keras, dan musik bergema di seluruh alun-alun, dengan membahananya yel-yel”OXI!, OXI!, OXI!”. Para wisatawan yang menonton peristiwa ini dari balkon-balkon kamar hotel mereka bisa dimaafkan kalau berpikir mereka sedang berada di tengah revolusi—sentimen saat itu memang revolusioner.

Banyak kawan dari Tendensi Komunis SYRIZA juga hadir. Meskipun mereka kesulitan menghubungkan diri dengan orang-orang lain karena alun-alun tersebut sangatlah padat. Kawan-kawan menjual koran mereka “Epanastasi” (Revolusi) sementara semakin banyak demonstran bersimpati dengan cita-cita yang kami perjuangkan. Tajuk berita koran, “Katakan TIDAK: Perintah untuk Melawan TROIKA dan Oligarki” disambut dengan hangat. Thomas Georgiou dari Tendensi Komunis SYRIZA, membicarakan demonstrasi dengan penuh perasaan, “Ini luar biasa, tak ada bandingannya dalam lima tahun terakhir.” Ia juga mencatat bahwa terdapat jumlah pemuda militan yang sangat besar tiada tara.

Banyak pembicara naik panggung dan bicara melawan pemotongan anggaran brutal yang dipaksakan para kreditur, serta perlunya melawan balik dan memilih “tidak”. Di antara pidato satu dengan lainnya para musisi memainkan musik dari jatuhnya Junta Militer di tahun 70an, dan menanamkan perasaan di benak rakyat Yunani bahwa mereka kini hidup di bawah junta baru, junta oligarki dan imperialisme, dan bahwasanya rezim itu harus digulingkan lagi.

Setiap orang menanti pidato Tsipas. Aktor George Kimoulis memperkenalkan Tsipras ke panggung dengan mencatat bahwa rakyat Yunani dan para kreditur punya perbedaan sangat serius: Rakyat Yunani ingin Tsipras jadi Perdana Menteri sedangkan para kreditur ingin pemerintah jatuh. Saat Tsipras naik podium, terdapat sorak-sorai dan tepuk tangan membahana. Meskipun massa merespon dengan positif ke Tsipras, mereka percaya untuk pertama kalinya semenjak krisis ada Perdana Menteri yang bekerja untuk mereka daripada untuk para kreditur dan kaum konglomerat. Massa itu sendiri jauh lebih militan dari pidato Perdana Menteri. Tsipras hanya bicara mengawang mengenai bawa “demokrasi” kembali ke Yunani dan Eropa, bahkan sampai berkata apapun hasil referendum, ini akan jadi kemenangan bagi “demokrasi”.

Tsipras secara eksplisit menyerukan referendum demi mendapatkan posisi lebih kuat di meja perundingan dengan para kreditur namun massa memandang referendum dengan pandangan berbeda. Tsipras secara tidak sengaja telah memantik suatu gerakan massa baru melawan pemotongan anggaran, yang akan memberikan tekanan besar pada pemerintah untuk tidak membuat konsesi apapun setelah voting “Tidak”.

Setelah Tsipras berpidato, seorang demonstran bernama Christina, saat ditanya bagaimana tanggapannya tentang kampanye perusahaan-perusahaan media massa swasta di Yunani yang menyebarkan ketakutan terhadap referendum agar massa memilih  “Tidak”, ia mengatakan, “Aku menolak menonton televisi pembohong, aku memilih mencari berita dari sumber-sumber independen internet. Ini bukanlah suatu referendum tentang Uni Eropa sebagaimana dikatakan media, ini adalah referendum pemotongan anggaran.” Saat ditanya bagaimana tanggapannya tentang taktik negosiasi Tsipras dengan para kreditur ia mengatakan, “Sangat sulit bernegosiasi dengan institusi-institusi. Aku yakin institusi-institusi itu mencoba menyingkirkan Tsipras dan SYRIZA dari kekuasaan demi mencegah keberhasilan partai-partai kiri lainnya di Eropa, seperti PODEMOS di Spanyol.”

Secara keseluruhan, demonstrasi tersebut sukses besar. Peristiwa-peristiwa di Yunani pasti akan (dan bahkan sudah) memberi inspirasi bagi kelas buruh di seluruh penjuru Eropa. (seperti yang kita saksikan dengan aksi-aksi solidaritas di London, Frankfurt, Brussel, Paris, dan kota-kota lainnya). Suatu kemenangan “OXI” akan berarti suatu tahapan baru dalam perjuangan kelas di Yunani serta di seluruh penjuru Eropa. Namun bila NEA yang menang, ini akan menjadi kemunduran krusial meskipun bukan akhir dari pertempuran. Sementara para kapitalis Eropa ingin menggulingkan SYRIZA karena takut “tertular”, apa yang telah mereka lakukan pula adalah membongkar kedok demokrasi borjuis yang hanya merupakan demokrasi sepanjang kapital mendapatkan jalannya. Penghancuran yang mereka lakukan terhadap semua prinsip demokrasi demi menggulingkan pemerintah yang baru terpilih di Eropa ini akan menghancurkan ilusi bahwa massa rakyat Eropa bisa berjuang melawan pemotongan anggaran dalam batas-batas sempit sistem kapitalisme.

Perjuangan ini adalah perjuangan bagi semua buruh dan pemuda di Eropa untuk melawan pemotongan anggaran dan melawan kelas kapitalis Eropa. Hasilnya akan mempengaruhi perjuangan kelas di seluruh penjuru benua ini. Suatu kemenangan akan menjadi langkah maju untuk mengalahkan pemotongan anggaran dan menggantikan sistem kapitalis yang brutal ini dengan sistem demokratis sejati: sosialisme.

Kemenangan untuk “OXI”!

*ditulis oleh Jack Rising sebagaimana dimuat di In Defence of Marxism pada Sabtu 4 Juli 2015. Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dipublikasikan ulang via Bumi Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: