Proposal Pemerintah Yunani terhadap TROIKA adalah Pengkhianatan terhadap Referendum Rakyat Yunani

wpid-pengkhianatan-parlemen-terhadap-referendum-rakyat-yunani.jpg.jpeg

Proposal Pemerintah Yunani kepada TROIKA adalah Pengkhianatan terhadap Hasil Referendum Rakyat
Perubahan peristiwa penting di Yunani tidak lagi berlangsung dalam hitungan bulan, minggu, atau hari, melainkan sudah dalam hitungan jam. Kemenangan rakyat yang menyuarakan “OXI” atau tidak dalam referendum dengan cepat dijungkirbalikkan. Pemerintah Yunani malah mengirim suatu proposal ke TROIKA yang pada dasarnya merepresentasikan semua hal yang ditolak rakyat dalam referendum hari minggu lalu. Ini dilakukan untuk mengemis dana talangan baru yang ketiga dari Mekanisme Stabilitas Eropa, yang dianggap senilai 70 miliar Euro. Belum cukup jelaskah bahwa TROIKA adalah monster Minotaur bagi Yunani? Oposisi juga bermunculan di sekujur keanggotaan SYRIZA maupun di antara massa rakyat pekerja Yunani yang dipicu kemenangan dalam referendum kemarin tapi pemerintah malah bekerja untuk mengamankan dukungan partai-partai oposisi borjuis. Tsipras telah mengajukan proposal kepada parlemen Yunani untuk menerima dana talangan dan pemotongan anggaran baru pada jumat malam, 10 Juli 2015. Hasilnya, dari total 300 anggota parlemen, sebanyak 250 anggota parlemen memvoting ya dan 32 memvoting tidak. Dari 162 anggota parlemen koalisi SYRIZA-ANEL (SYRIZA punya 149 kursi dan ANEL 13 kursi) sebanyak 145 mendukung. Dua anggota parlemen SYRIZA memvoting tidak. Delapan anggota parlemen SYRIZA memilih abstain. Tujuh anggota parlemen SYRIZA (termasuk Yanis Varoufakis) memilih tidak hadir.

Larut malam Selasa 9 Juli 2015, pemerintah mengirimkan suatu paket proposal kepada TROIKA yang dipikirkan menyertakan kenaikan pajak, pemotongan, dan tabungan senilai 13 miliar Euro. Ini melebii paket 8 miliar Euro yang ditawarkan pemerintah pada 22 Juni lalu. Alasannya adalah memburuknya prospek-prospek ekonomi Yunani (dari pertumbuhan PDB 0,5% menjadi minus 3%, meskipun angka ini kemungkinan terlalu optimistis). Proposal yang diajukan terdiri dari surat dari Tsipras yang menjanjikan bahwa langkah-langkah tersebut akan diajukan ke Parlemen “bahkan sebelum proses negosiasi sungguh-sungguh dimulai”, dan akhirnya daftar 10 poin “tindakan-tindakan” berikutnya yang terperinci.
Ingatlah bahwa proposal 22 Juni sudah merupakan pelanggaran “garis-garis merah”, namun setidaknya proposal-proposal tersebut berupaya meletakkan sebagian beban pada dunia bisnis, melalui peningkatan pajak perusahaan sebesar 29% dan penerapan pajak laba 12%. TROIKA menolaknya dan Tsipras akhirnya menyetujui sebagian besar tuntutan TROIKA (dengan beberapa amandemen). Itulah landasan proposal kemarin namun dengan tambahan 4 miliar Euro, 50% melebihi apa yang diterima Tsipras di bawah paksaan sebelum referendum.
Saat buntunya negosiasi-negosiasi antara pemerintah Yunani dan Troika pada 26 Juni lalu yang mendorong Tsipras menyerukan referendum, perbedaan-perbedaan antara kedua bagian tersebut tidaklah terlalu besar, dalam hal langkah-langkah konkret yang dibahas dalam paket tersebut.Beberapa halangan telah diperhalus oleh Yunani yang menerima tuntutan-tuntutan TROIKA atas substansi dari seluruh poin. Pengurangan “Value Added Tax” (VAT) atau Pajak Tambahan Nilai (pajak berdasarkan konsumsi.ed) telah dicampakkan, dimulai dengan di daerah pulau-ulau besar dan hanya mengecualikan “pulau-pula paling terpencil”. Usia pensiun akan ditingkatkan menjadi 67 tahun pada 2022 dan pembayaran Tunjangan Solidaritas Sosial Para Pensiunan (EKAS)  akan dihapus sampai tahun 2019 sebagaimana tuntutan TROIKA. Sedangkan terkait privatisasi, semua gelombang privatisasi yang sudah dimulai akan dituntaskan tanpa perubahan peraturan (termasuk privatisasi bandara-bandara regional, pelabuhan-pelabuhan Piraeus dan Thessaloniki, Hellenikon lama, perusahaan rel dan kereta Trainose, jalan tol Egnatia) dan beberapa privatisasi baru (dirinci dalam dokumen Teknis terpisah) termasuk perusahaan jaringan listrik ADMIE.
Avgi, Koran tidak resmi SYRIZA, mencetak “headline” menyatakan bagaimana proposal-proposal demikian merupakan “suatu kesempatan untuk membebani kaum kaya”, namun kenyataannya malah sebaliknya. Mayoritas luas proposal-proposal tersebut, yang bernilai 13 miliar Euro, justru akan menjatuhi rakyat pekerja (melalui pajak regresif), para pensiunan (sekarang dan akan datang) serta sektor publik. Kenyataannya proposal tersebut adalah proposal sama yang ditolak rakyat Yunani dengan kemenangan “OXI” sebesar 61,3% dalam referendum 5 Juli lalu.
Pemerintah Yunani justru menukarnya dengan mengemis pinjaman dari Mekanisme Stabilitas Eropa yang dianggap senilai 70 miliar Euro.

Semua argumen yang dilontarkan dalam lima tahun terakhir masih berlaku hari ini. Penerapan langkah-langkah resesioner terhadap suatu ekonomi telah dan hanya akan semakin memperburuk situasi serta membuat mustahil tercapainya tujuan-tujuan yang dinyatakan dalam proposal (dengan istilah surplus pokok dan pembayaran kembali hutang).
Jelas inilah proposal pemerintah Yunani yang perlu diterima TROIKA. Jerman akan enggan menawarkan keringanan hutang. Pendirian masing-masing pihak telah sama-sama mengeras selama referendum minggu lalu. Beberapa ahli strategi kapitalis telah menghitung bahwa lebih murah untuk menendang Yunani keluar dari Euro dan menyediakan bantuan kemanusian daripada memberikan dana talangan secara formal. Suatu publikasi berbahasa Prancis menyatakan bahwasanya Schäuble mengatakan kepada tim negosiasi Yunani, “kamu mau dibayar berapa untuk meninggalkan Euro?”. Prancis, AS, dan IMF punya posisi yang berbeda, dimana mereka mungkin khawatir mengenai dampai keluarnya Yunani terhadap ekonomi dunia yang semakin rapuh. Sepertinya AS dan IMF secara implisit mendorong Jerman untuk ikut menanggung krisis Yunani karena keduanya tidak terang-terangan menantang Yunani untuk keluar seperti yang dilakukan Jerman.

Terdapat variabel lainnya. Gerakan buruh di Yunani dan cerminannya dalam SYRIZA, Platform Kiri, kelompok parlementer, dan menteri-menteri.
Sangatlah signifikan bahwa Menteri Panagiotis Lafazanis, yang juga merupakan tokoh terkemuka di Platform Kiri SYRIZA adalah salah satu dari hanya dua menteri yang tidak menandatangani proposal. Dalam 48 jam terakhir dia telah mengeluarkan pernyataan di atas garis “Kata TIDAK dalam referendum tidak bisa diganti menjadi YA pada pemotongan anggaran”. Saat menulis bait ini, ia masih merupakan anggota pemerintah.
Menteri lain yang tidak mau menandatangani proposal adalah Kammenos, pimpinan Yunani Independen (ANEL). ANEL telah bersikeras dalam oposisinya untuk mengakhiri pengurangan Pajak Nilai Tambahan dan juga menentang pemotongan-pemotongan lebih lanjut dalam anggaran pertahanan (portofolio Kammenos) yang kini telah disepekati.
Stathis Kouvelakis, anggota Komite Sentral SYRIZA telah membandingkan situasi ini dengan voting untuk kredit-kredit perang d Reichstag Jerman tahun 1914 dan menyerukan agar tekanan diberikan kepada para anggota parlemen SYRIZA agar menolaknya. Ia menggambarkan proposal tersebut sebagai suatu kapitulasi dan “pengkhianatan mandat rakyat”. Dalam suatu seruan terhadap para anggota parlemen SYRIZA ia meminta mereka “menolak menelikung mandat rakyat dan selamatkan harga diri. Tolak penghinaan terhadap demokrasi ini. Jangan lupa nasib para anggota parlemen yang dulu memvoting mendukung memoranda pemotongan anggaran sebelumnya, yang sudah diingat dan dicamkan di kesadaran rakyat. Mari bersama rakyat yang ingin berdiri, hidup, dan bangkit, katakan ‘tidak!’”

Tendensi Komunis SYRIZA telah menolak proposal-proposal ini dan mendeskripsikan sesuai namanya yang pantas: Memorandum baru. Kawan-kawan yang dengan tepat mendeskripsikan situasi ini sebagai salah satu bentuk kudeta parlementer, dimana parlemen digunakan untuk meloloskan proposal yang bertentangan secara langsung dengan kehendak demokratis rakyat yang diekspresikan dalam referendum serta menyerukan para anggota parlemen SYRIZA untuk memvoting menolaknya dan agar rakyat memobilisasi diri.

Zoe Konstantopoulo, presiden parlemen, yang juga merupakan anggota terkemuka SYRIZA juga telah mengatakan bahwa ia akan menolak memorandum pemotongan anggaran melalui parlemen.

Bagaimanapun juga media Yunani telah melaporkan bahwa tadi malam Tsipras bertemu dengannya selama 3,5 jam. Platform Kiri punya sekitar 30 anggota di parlemen dan Sekretariat Politik digelar untuk mendiskusikan proposal. Komite Sentral akan menggelar pertemuan pada hari Sabtu. Cara penyelenggaraan voting parlemen sudah direkayasa sedemikian rupa untuk meminimalisir oposisi. Alih-alih memvoting proposal-proposal sebenarnya yang dikirim ke TROIKA, Parlemen justru diminta memberikan Tsipras, wakil Perdana Menteri Dragasakis dan Menteri Keuangan Tsakalotos untuk bernegosiasi sesuai surat proposal tersebut tapi surat proposal itu sendiri tidak diajukan untuk divoting. Gagasannya adalah hal ini akan dipresentasikan sebagai suatu voting kepercayaan personal terhadap Tsipras, untuk meminimalisir pembangkangan potensial di kelompok parlemen. Media The Guardian memberitakan bagaimana “Para anggota parlemen SYRIZA teleh mengabarkan pada Helena Smith bahwa kata sepenuhnya tidak yang diterima dalam referendum hari Minggu lalu adalah ‘voting kepercayaan’ terhadap Tsipras yang tidak seperti perdana menteri lainnya sebelumnya, kini memiliki dukungan rakyat untuk menerapkan langkah-langkah hukuman tersebut.”
Hari Senin ada pertemuan tertutup antara Tsipras, para pemimpin partai-partai oposisi, dan Presiden Republik (yang merupakan orang kanan). Mereka semua menyepakati suatu pernyataan (dengan pengecualian KKE) di atas garis-garis proposal yang dibuat hari ini. Artinya Tsipras sudah bersekutu secara de facto dengan partai-partai yang sama (ND, Pasok, dan To Potami) yang sebelumnya mendukung Memoranda yang dulu ditentang SYRIZA. Para pimpinan oposisi terus diinformasikan tiap langkah negosiasi.

Antara Kamis dan Jumat, Juncker, presiden Komisi Eropa bertemu dengan para pimpinan ND, PASOK, dan To Potami. Ada rumor-rumor kuat bahwa ANEL akan meninggalkan pemerintah untuk digantikan To Potami. Tujuan utamanya adalah membelah sayap kiri SYRIZA dan bergabung dengan partai-partai pro Eropa dalam suatu bentuk pemerintah persatuan nasional.
Inilah yang terjadi di atas, namun juga ada reaksi massa di jalanan. Tsipras menjadi sangatlah populer dalam hari-hari terakhir kampanye referendum namun di atas landasan “TIDAK” pada pemotongan anggaran dan melawan TROIKA. Sekarang jika massa disuruh menerima kesepakatan yang lebih parah daripada minggu lalu, mereka akan murka. Kita tidak bisa meremehkan tingkat politisasi yang dicapai minggu lalu yang belum hilang.

Jika ingin memahami dalamnya gerakan yang dibangkitkan oleh kampanye referendum, maka perlu melihat betapa takutnya kelas penguasa. Suatu opini menarik di Kathimerini mendiskripsikannya dalam istilah “barbaritas”. Apa yang dipandang penulis sebagai barbaritas adalah “ambruknya sistem politik tradisional yang tumbuh selama periode pasca jatuhnya junta militer 1967-1974”, “perilaku sangat berbahaya dalam elektoral yang terekspresikan menurut garis-garis kelas” serta “suatu gesekan antara kaum kaya dan kaum papa yang tidak pernah tampak sebelum zamannya Andreas Papandreou” dan di atas segalanya “mendatangkan suatu konflik yang harusnya tetap dibatasi dalam Parlemen, dan mungkin, tayangan televisi, menjadi ke jalanan. Ini adalah kriminalitas politik.” Inilah yang mereka takutkan: “Intervensi langsung massa dalam peristiwa bersejarah”, menurut pernyataan Trotsky.
Kesimpulan artikel tersebut juga sangat menarik: satu-satunya jalan untuk menghindari pergolakan sipil yang kini menjelang adalah Alexis Tsipras, perdana menteri partai sayap kiri, harus menandatangani kesepakatan yang akan menjaga Yunani tetap dalam Zona Eropa.”

Kelas penguasa di Yunani telah menderita pukulan-pukulan serius (dalam pemilu 25 Januari dan referendum 5 Juli). Akibatnya partai-partai politiknya menderita dan tidak memiliki legitimasi atau dukungan rakyat untuk mengesahkan langkah-langkah yang dianggap perlu oleh kelas penguasa. Satu-satunya jalan maju bagi mereka adalah menggunakan Tsipras untuk menggunakan semua kapital politiknya untuk menerapkan kebijakan-kebijakan mereka. Ini punya satu konsekuensi: kapital politik akan habis.

Demonstrasi-demonstrasi sudah digelar malam ini di Athena dan Thessalonika: salah satu merupakan demonstrasi SYRIZA yang sudah direncanakan untuk merayakan kemenangan di alun-alun Syntagma. Lainnya adalah demonstrasi dimana ANTARSYA (Front Anti Kapitalis untuk Penggulingan) berpartisipasi di dalamnya. Ada pula seran oleh enam anggota pimpinan serikat pegawai negeri (ADEDY) untuk memobilisasi diri untuk mempertahankan TIDAK. KKE juga mengadakan demonstrasi terpisah di Alun-alun Omonia.

Demi memahami kelakuannya Tsipras dan Varoufakis (dan juga Tsakalotos), kita perlu memahami faktor krusial dimana kenyataannya mereka tidak bisa melihat alternatif selain tetap berada dalam Uni Eropa dan mata uang Euro. Akibatnya mereka dipaksa semakin lama semakin menjauh dari ilusi awal mereka tentang kemungkinan suatu “kesepakatan bermartabat” dan bahkan semakin lama semakin memberikan semakin banyak konsesi pada TROIKA.

Karenanya pada dasarnya terdapat tiga variabel utama. Pemerintah Yunani, TROIKA (khususnya kapital Jerman), dan rakyat pekerja Yunani. Kekuatan relatif yang ditunjukkan tiga kekuatan ini akan menentukan hasil ke depan. Inilah perjuangan antar kekuatan-kekuatan yang hidup dan belum ada yang pasti ditentukan.

Bagaimanapun juga, perlu membuat suatu neraca sementara. Ini semua terjadi di atas garis pertentangan kelas: rakyat pekerja di Yunani dan rakyat pekerja Eropa di satu sisi; dan kelas kapitalis di Eropa (didominasi para bankir dan kapitalis Jerman) serta saudara-saudari kelas kapitalis mereka di Yunani.

Di pihak kita, kelemahan terbesar adalah jenderal-jenderal pasukan kita. Harus dikatakan bahwa Tsipras bisa saja mengikuti alur yang sepenuhnya berbeda dengan putus hubungan sepenuhnya dengan TROIKA, mencampakkan pembayaran hutang, dan menantang logika kapitalisme. Ia punya dukungan popular secara massif (sebesar 80% di Februari, 62% di referendum) yang akan memungkinkannya menempuh alur tindakan demikian. Namun ia menolaknya. Tidak pernah hal tersebut jadi bagian strateginya.

Lafazanis dan Platform Kiri pada umumnya memang tak punya harapan dan tidak siap maju bertempur. Lafazanis telah menghindar dari oposisi terbuka selema enam bulan dan Platform Kiri tidak pernah beroperasi sebagai suatu kekuatan koheren, tidak merespon terhadap kompromi-kompromi dan konsesi-konsesi berbeda serta memobilisasi melawannya, yang bisa saja mengubah alur peristiwa-peristiwa, atau menyiapkan pertempuran dengan lebih baik. Akhirnya, bahkan elemen-elemen lebih maju di dalamnya tampaknya kurang pemahaman jelas mengenai apa alternatifnya, dan membatasi diri mereka hanya pada kembali ke Drachma dalam batasan-batasan kapitalisme (dengan nasionalisasi terhadap perbankan yang tak terhindarkan). Ini adalah suatu halangan, karena lapisan luas buruh, dengan tepat, takut atas konsekuensi-konsekuensi keluarnya Yunani dari Uni Eropa, yang akan berujung pada keambrukan menakutkan dari ekonomi dan di atas segalanya mereka sudah menderita selama lima tahun terakhir.

Pimpinan KKE, meskipun memberikan banyak kritik tepat namun telah terbelenggu dalam isolasi sektarian, dan tidak mampu mengusung suatu pendekatan front persatuan Leninis yang layak kepada SYRIZA yang seandainya dilakukan akan memungkinkannya untuk menggantikannya dan memenangkan lapisan besar dari para anggota dan pendukung SYRIZA.

Tendensi Komunis SYRIZA telah dan terus-menerus menjelaskan serta memperingatkan. Namun kekuatan maupun barisannya masihlah sangat kecil dan suaranya sulit terdengar serta belum bisa mempengaruhi alur peristiwa. Paling banter bisa menjadi faktor yang berkontribusi kecil.

Pertempuran di Athena masih belum usai. Bisa jadi Jerman malah menolak memberikan dana talangan. Tugas mendesak di Yunani adalah menentang proposal-proposal demikian, memberikan tekanan dan memobilisasi sebanyak mungkin lapisan untuk turun ke jalan, dan menolak penerapan langkah-langkah ini.
Di luar Yunani terdapat pelajaran-pelajaran penting untuk diambil, khususnya seiring dengan partai-partai seperti Podemos di Spanyol yang semakin dekat dengan kekuasaan. Tidak ada jalan untuk pecah dengan pemotongan anggaran, tidak mungkin menerapkan langkah-langkah sederhana untuk membela hajat hidup rakyat pekerja dalam batas-batas kapitalisme yang tengah mengalami krisis. Demi mengakhiri pemotongan anggaran kita harus putus dengan kapitalisme.

*ditulis oleh Jorge Martin dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia serta dipublikasikan via Bumi Rakyat dengan tambahan perkembangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: