John Percy—Pembangun Partai Revolusioner

John Percy-Pembangun Partai Revolusioner

John Percy, sosok sentral dalam perkembangan gerakan sosialis revolusioner Australia selama setengah abad lalu, wafat pada Rabu 19 Agustus 2015 di Sydney, Australia, setelah mengalami serangan stroke hebat pada 20 Juli dan 13 Agustus 2015 lalu.

Sepanjang kehidupan politiknya, John adalah seorang pembangun partai revolusioner. “Pembangun partai” adalah pujian tertinggi yang bisa diberikannya pada aktivis politik lain.

John dan saudaranya Jim, kawan politik terdekatnya sampai Jim wafat akibat kanker di tahun 1992, adalah dua tokoh kunci dalam gerakan radikal anti-Imperialis melawan Perang Vietnam di tahun 1960an. Perkembangan politik awal mereka dipengaruhi oleh orang-orang yang pernah jadi bagian atau dekat dengan gerakan Trotskyis di Australia selama dan setelah Perang Dunia (PD) II. Ini membantu mereka memahami dan melawan politik kolaborasi kelas yang dilakukan Stalinisme di satu sisi dan Sosial Demokrasi (Sosdem) di sisi lain.

John dan Jim punya perspektif bahwasanya perlu mulai dari sekarang untuk menuju pembangunan suatu partai yang pada akhirnya menjadi partai massa yang mampu memimpin revolusi sosialis Australia sebagaimana yang dilakukan Partai Bolshevik pimpinan Lenin yang mampu memimpin Revolusi Oktober 1917 di Rusia. Dalam hal ini, keduanya berbeda dari sebagian besar aktivis yang dilahirkan oleh masa radikalisasi tahun 1960an yang cenderung mencari perubahan fundamental terhadap para politisi kapitalis “kiri” atau dan atau gerakan-gerakan yang seakan-akan tahu secara spontan apa yang akan dilakukan berikutnya.

Perjuangan anti Perang Vietnam, pengaruh Internasional Keempat, dan peristiwa-peristiwa seperti revolusi Musim Semi Praha, dan revolusi Mei 1968 di Prancis kemudian membuat mereka memiliki keyakinan teguh tak tergoyahkan bahwa partai yang harus mereka bangun haruslah sepenuhnya bersifat internasionalis baik dalam teori maupun praktik. Banyak sumbangsih John yang sudah dilakukannya untuk membangun suatu gerakan internasional, termasuk bekerja selama 18 bulan antara tahun 1974 sampai 1975 di Intercontinental Press, di New York, Amerika Serikat (AS), majalah berita revolusioner yang diterbitkan Socialist Workers Party (SWP) atau Partai Pekerja Sosialis di AS atas nama Internasional Keempat.

 

Sebelum kemenangan Vietnam dalam melawan Imperialisme AS, “Percy Bersaudara”, julukan bagi Jim dan John Percy, telah berhasil menghimpun aktivis-aktivis politik untuk mendirikan suatu organisasi pemuda sosialis, yaitu RESISTANCE, serta organisasi yang kemudian disebut Socialist Workers Party (SWP) Australia, Democratic Socialist Party (DSP) atau Partai Sosialis Demokratis, dan Democratic Socialist Perspective atau Perspektif Sosialis Demokratis sampai kemudian organisasi itu mengalami degenerasi dan pembubaran di tahun 2010. (Lebih praktisnya, penulis akan menyebutnya sebagai DSP meskipun terdapat perubahan nama berbeda di masa yang berbeda).

Sulit menulis tentang John tanpa menulis sejarah DSP karena secara utama ia selalu terlibat dalam menginisiasi dan/atau menjalankan aktivitas-aktivitas utamanya. Disini penulis hanya akan mencoba mengindikasikan beberapa kualitas yang membuatnya sebagai seorang aktivis sekaligus pimpinan revolusioner yang luar biasa.

John punya kemampuan luar biasa dalam mengombinasikan ketegasan prinsip politik dan fleksibilitas taktik yang besar—utamanya karena ia memiliki pemahaman sangat jelas mengenai perbedaan antara keduanya. Pentingnya hal ini ditekankan terhadap kami semua di DSP pada tahun 1970an dengan memandang bagaimana pengubahan taktik menjadi prinsip telah berakibat berubahnya SWP AS menjadi sekte yang sektarian.

Kombinasi ini penting untuk memungkinkan DSP menyingkirkan sikap usang terhadap Australian Labor Party (ALP) atau Partai Buruh Australia di tahun 1980an serta menghubungkan diri ke bangkitnya Partai Pelucutan Senjata Nuklir dan juga partai Hijau. Ini berbuah fusi yang sukses di tahun 1970an dan kemudian memungkinkan kami menjelajahi kemungkinan persatuan dengan Partai Komunis Australia (CPA) dan Partai Sosialis Australia tanpa menderita satupun disorientasi politik saat proses-proses tersebut berakhir dengan jalan buntu. Kami terbiasa berganti taktik kalau itu tidak berhasil.

John sangat cakap dalam membangun partai karena ia adalah pembangun tim. Ia membantu DSP menciptakan budaya sadar mengembangkan kecakapan tiap anggotanya dan mengombinasikan mereka menjadi suatu keseluruhan utuh yang seringkali lebih besar dari jumlah total tiap bagiannya. Termasuk di antaranya memberi perhatian khusus dalam pelatihan terhadap kader-kader perempuan dan kamerad-kamerad dari latar belakang disabilitas.

Anggota-anggota yang berbeda tentu saja punya kemampuan-kemampuan yang berbeda, dan satu individu atau individu lainnya bisa jadi dikenal punya kecakapan mencolok dalam suatu ranah tertentu, namun mereka semua didorong untuk mengembangkan banyak kecakapan, untuk menjadi kader revolusioner yang menyeluruh dan bukannya para spesialis terbatas. Tidak ada sistem “bintang”; John dan para pimpinan lainnya, baik dalam perkataan maupun teladan perbuatan, menekankan bahwa semua tugas pembangunan partai, termasuk yang paling biasa, dinilai secara setara dan dijalankan oleh semua anggota, seprofesional mungkin.

John sendiri memimpin banyak ranah kerja partai, termasuk menjadi organisatoris cabang, editor, penulis, presiden nasional, sekretaris nasional, dan pembicara publik. Ia dikenal luas baik di dalam maupun di luar DSP sebagai pelaku pers revolusioner pembangunan partai. Selama bertahun-tahun ribuan orang secara harafiah bertemu John saat menjual koran revolusioner di jalanan Melbourne atau Glebe, di demonstrasi-demonstrasi, ataupun di pemogokan-pemogokan, dimanapun dia bisa bersentuhan dengan orang-orang yang berpikir tentang politik.

Sembari menjadi sekretaris nasional DSP di tahun 1990an, John juga memberikan sumbangsih luar biasa dalam membangun internasionalisme partai. DSP menarik diri dari Internasional Keempat di tahun 1986 dan memutuskan basis hubungan-hubungan internasionalnya bukan lagi sekedar keanggotaan suatu “Internasional”, namun keserupaan pandangan revolusioner mendasar, tak peduli dari tradisi mana partai-partai tersebut berasal. Selama masa kepemimpinan John sebagai sekretaris nasional, lah, perspektif ini berkembang sepenuhnya. DSP menjalin hubungan erat bukan hanya dengan partai-partai di daerah Asia, namun juga di Eropa, yang tidak punya hubungan dengan Trotskyisme Internasional Keempat. Beberapa di antaranya berkembang dari tradisi yang sebelumnya Maois. Beberapa tidak punya hubungan sama sekali dengan aliran-aliran sebelumnya.

Pendekatan ini memungkinkan DSP menggelar rangkaian konferensi internasional dengan begitu banyak representasi dari kaum revolusioner, yang kemungkinan merupakan konferensi dengan jumlah perwakilan dari organisasi-organisasi revolusioner terbesar yang pernah diadakan di Australia. Peran kunci John memang sebagai pembangun partai sentral namun ia juga memberikan sumbangsih-sumbangsih spesifik, seperti membangun hubungan-hubungan dengan Partai Komunis India (Marxist-Leninist – Liberation) dan dengan Lalit di Mauritius. John kemudian keliling India, bertemu dengan para pimpinan CPI (ML) serta berorasi di hadapan aksi ribuan buruh dan tani. Para pimpinan CPI (ML) yang menyaksikannya menyebutnya “seperti seekor singa”.

Namun mungkin kontribusi-kontribusi terbesarnya adalah dalam menginisiasi dan mengorganisir kerjasama internasional berupa penerbitan majalah baru, Links. Ini adlah suatu publikasi unik dalam sejarah kiri revolusioner internasional. Ini adalah publikasi yang pada intinya adalah kerjasama antar partai-partai revolusioner, yang diilami oleh pemikiran partai Leninis, tak peduli dari tradisi mana datangnya mereka. Ini adalah suatu tempat dimana pemikiran bisa saling dipertukarkan antar partai. Pimpinan-pimpinan partai-partai penting duduk di dewan editorialnya.

John juga memahami pentingnya para revolusioner untuk belajar dari sejarah dan pengalaman-pengalaman mereka sendiri. John selalu merupakan pengarsip tidak resmi dari DSP, ia menghimpun dokumen-dokumen, selebaran-selebaran, dan poster-poster dari Kiri Australia yang jumlahnya berlemari-lemari. (Pilihan koleksi posternya dijadwalkan ditampilkan di Pusat Komunitas Jalan Addison di Marrickville, Sydney, di bulan Oktober).

Tahun 1990an, saat para anggota partai lama mulai lelah dan kapitalisme merayakan apa yang diklaim para propagandisnya sebagai kemenangan permanennya, John mengusung gagasan bahwa kamerad-kamerad yang punya tugas-tugas penting dalam partai mengemban tanggungjawab untuk “melatih para penerusnya”. Kaum revolusioner memang harus bersiap menghadapi waktu yang tak peduli betapa panjangnya dalam perjuangan membangun suatu partai Leninis massa.

Namun di tengah atmosfer “akhir dari osialisme”, banyak pimpinan dan anggota DSP mulai mencari suatu cara untuk menghindari jalan yang panjang dan sulit itu. Suatu eksperimen taktis untuk menciptakan suatu “partai kiri luas”, yaitu Socialist Alliance atau Aliansi Sosialis, terhadap audiens yang lebih terkonsentrasi bagi pemikiran-pemikiran revolusioner, kemudian terbukti menjadi beban berat bagi sumber daya-sumber daya DSP.

John dan minoritas pimpinan DSP karenanya kemudian mulai memperjuangkan menarik diri dari taktik Aliansi. Namun mayoritas kemudian malah mengubah taktik menjadi strategi permanen, dan bersikeras bahwa rangkaian peristiwa akan dengan cepat mendatangkan banjir anggota ke dalam Socialist Alliance dan mendorongnya naik ke posisi penting dalam politik Australia, termasuk politik elektoral. Dengan harapan perkembangan demikian, mereka mulai menggantikan program revolusioner DSP dengan reforma-reforma yang mereka nilai menarik secara elektoral.

Maka perbedaan-perbedaan berkembang menjadi perdebatan terbuka dalam DSP di tahun 2005. Meskipun harapan-harapan akan kemajuan Socialist Alliance gagal semua, namun mayoritas menolak mengubah jalan, dan di tahun 2008 mereka memecat semua minoritas.

Sebagaimana yang bisa diduga, John memainkan peran penting dalam penghimpunan kembali minoritas yang dipecat untuk mendirikan Revolutionary Socialist Party (RSP) atau Partai Sosialis Revolusioner. Saat itu adalah masa-masa sulit, dan dua tahun kemudian, suatu minoritas substansial memutuskan bahwa mustahil membangun suatu partai revolusioner dalam iklim saat ini, dan mereka mundur dari RSP.

Bagi John masalah kesehatan menambah kesulitan. Tahun 2008 ia didiagnosis menderita kanker tenggorokan. Meskipun akhirnya John berhasil menempuh perawatan namun ini melibatkan berbulan-bulan sinar-X dan kemoterapi yang menguras waktu dan tenaga serta mengakibatkan berbagai efek samping terhadap kesehatannya.

Bagaimanapun juga suatu perubahan penting tengah terjadi. Tahun 2012, Socialist Alternative (SA) mendekati RSP dengan suatu proposal untuk menjajaki kemungkinan persatuan antar dua organisasi ini. Karena perbedaan historis utama antar dua tendensi ini—yaitu mengenai karakter kelas Uni Soviet dan Republik Rakyat Tiongkok—sudah tergeser oleh perubahan-perubahan di Eropa Timur dan Tiongkok, dan karena SA, seperti RSP, jelas-jelas berkomitmen terhadap pembangunan suatu partai Leninis revolusioner, maka ini adalah proposal yang masuk akal. Pada konferensi di akir tahun 2012, para anggota RSP secara aklamasi memvoting bergabung ke Socialist Alternative dan proses ini dituntaskan pada konferensi Marxisme 2013 yang diselenggarakan SA secara tahunan tiap Paskah.

John tentu saja adalah salah satu anggota RSP yang terpilih ke Komite Nasional Socialist Alternative. Meskipun terdapat tanda-tanda menurunnya kesehatan, ia mencurahkan diri ke dalam pembangunan organisasi yang telah bersatu ini, khususnya dalam distribusi koran barunya, Red Flag atau Bendera Merah. Ia juga meneruskan solidaritas puluhan tahunnya terhadap rakyat Vietnam sebagai bagian dari kampanye Agent Orange Justice (kampanye menuntut keadilan bagi para korban senjata kimia AS di Vietnam).

Dua tahun lalu, John ambruk saat tengah menjual koran Red Flag di jalanan Glebe. Ia menderita serangan stroke ringan, yang mana stroke itu sendiri tidaklah terlalu serius. Namun pemeriksaan dokter menunjukkan kondisi lain, yaitu aneurysm yang tidak bisa disembuhkan di otak. Mereka menyebut ini adalah suatu “bom waktu” yang bisa membunuhnya kapan saja.

John merespon hal ini dengan melipatgandakan upayanya untuk menuntaskan tiga jilid dari bukunya berjudul History of the DSP and Resistance atau Sejarah DSP dan RESISTANCE. Jilid pertama sudah diterbitkan tahun 2005. Namun aneurysme menyerangnya sebelum ia bisa menuntaskan pekerjaannya. Meskipun demikian, tampaknya masih mungkin untuk menghimpun catatan-catatannya dan menuntaskan bagian-bagiannya untuk disusun ke dalam suatu teks utuh yang bermanfaat bagi generasi Marxis revolusioner di masa kini dan di masa depan.

Ada satu pelajaran penting di antara sekian banyak pelajaran dalam buku sejarah yang semi-tuntas itu, yaitu pelajaran yang mencolok meskipun hanya tersirat: John Percy tidak pernah goyah sepanjang hidupnya. Itulah yang harus kita tiru darinya.

John Percy, presente!

*diterjemahkan dari tulisan Allen Myers sebagaimana dimuat Red Flag. Media resmi Socialist Alternative. Dipublikasikan dalam bahasa Indonesia via Bumi Rakyat.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: