SBGTS-GSBI Panarub Industry: Kemenangan Perjuangan Penolakan PHK Efisiensi Bagian Rubber Sole

SBGTS-GSBI Kemenangan Penolakan PHK

“KEMENANGAN PERJUANGAN PENOLAKAN PHK EFISIENSI BAGIAN RUBBER SOLE”

Bersama ini kami menyampaikan perkembangan terkait perjuangan Penolakan PHK dengan dalih efisiensi yang dilakukan oleh pihak PT. Panarub Industry terhadap 33 orang Sdr. Subur dan kawan-kawan, yang didasarkan kepada Pasal 164 ayat (3) Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003. Kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak ini terjadi sejak dari bulan Oktober 2013, yang menimpa kawan-kawan buruh khususnya anggota Serikat Buruh Garmen Tekstil dan Sepatu Gabungan Serikat Buruh Independen (SBGTS-GSBI) PT. Panarub Industry di bagian Rubber Sole (sol karet).

Perjalanan panjang SBGTS-GSBI PT. Panarub Industry sebagai kuasa hukum langsung dari anggotanya yang sedang menghadapi PHK sepihak mulai memperlihatkan hasil, walaupun dalam proses perjuangan ini kami tidak mendapatkan dukungan dari pimpinan pusat DPP GSBI, bahkan kami adalah struktur pimpinan basis yang tidak mendapatkan restu dari DPP. Namun pada akhirnya perjuangan kami mendapatkan hasil, hal ini dapat dilihat dari hasil putusan sidang Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Serang tertanggal 02 Desember 2014 yang lalu. Dalam putusannya, PHI Serang menyatakan menolak gugatan PHK terhadap 33 orang Sdr. Subur dan kawan-kawan yang dilakukan oleh pihak PT. Panarub Industry. Namun rupanya pihak perusahan tetap melakukan perlawanan secara hukum melalui permohonan Kasasi kepada MA (Mahkamah Agung).

Kemudian selanjutnya kami SBGTS-GSBI PT Panarub Industry selaku tim kuasa hukum 33 orang Sdr. Subur dan kawan0kawan, pada hari Selasa, tanggal 11 Agustus 2015 mendapatkan informasi dari pihak PHI Serang bahwa pihak MA telah mengeluarkan Putusan terkait permohonan kasasi pihak PT. Panarub Industry, dimana pihak PHI Serang telah mendapatkan surat dari MA dengan nomor 361/Pts.PHI/VIII/171 K/Pdt.Sus-1PHI/2015, pihak MA telah mengeluarkan PUTUSAN Nomor 171 K/Pdt.Sus-PHI/2015. Dimana dalam amar putusan MA tersebut bahwa ”Menyatakan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi PT. Panarub Industry tersebut tidak diterima” Putusan MA tersebut diputuskan dalam rapat permusyawaratan Mahkamah Agung pada hari Kamis, tanggal 28 Mei 2015.

Secara umum kami dari organisasi SBGTS-GSBI PT Panarub Industry sebagai kuasa hukum dari Sdr. Subur dan kawan-kawan tentunya mengucapkan puji syukur Alhamdulilah atas putusan MA tersebut, karena dengan landasan putusan yang telah dikeluarkan oleh MA merupakan putusan final dan mengikat yang menyatakan secara hukum bahwa 33 orang sdr. Subur dan kawan-kawan tetap berstatus sebagai buruh PT. Panarub Industry dan harus dipekerjakan kembali. Tentunya ini merupakan kemenangan kita semua buruh PT. Panarub Industry, khususnya lagi bagi kawan-kawan anggota SBGTS-GSBI PT. Panarub Industry yang masih bertahan dan tetap komitmen untuk berjuang bersama-sama organisasi sebagai tim Kuasa Hukum dalam menolak PHK sepihak dengan dalih efisiensi yang dilakukan oleh manajemen PT Panarub Industry. (oleh Departemen Advokasi SBGTS-GSBI PRB).

“KABAR PERJUANGAN GUGATAN UMSK DI PTUN SERANG”

Sudah diketahui bersama, bahwa secara organisasi kami SBGTS-GSBI PT Panarub Industry saat ini tengah melakukan proses perjuangan terkait dengan penurunan upah sektoral dimana sektor sepatu mengalami penurunan dari golongan 2 menjadi golongan 3, dengan kenyataan ini maka jelas buruh sektor sepatu mengalami penurunan khususnya diwilayah Kota Tangerang, hal ini tertuang dalam surat KEPUTUSAN GUBERNUR BANTEN dengan NOMOR : 561/Kep.28-Huk/2015 TENTANG UPAH MINIMUM SEKTORAL KOTA TANGERANG TAHUN 2015, tertanggal 28 Januari 2015.

Semenjak UMSK Kota Tangerang ditetapkan dan berlaku pada tahun 2012, tahun 2013, dan tahun 2014, sektor sepatu ditetapkan dalam golongan dan kelompok 2 (dua) dengan ketentuan ditambah 10% dari UMK. Sementara jika mengacu kepada surat keputusan tentang UMSK Kota Tangerang tahun 2015 turun dengan ketentuan menjadi 5% dari UMK tahun 2015. Artinya dengan adanya surat keputusan tersebut mengalami penurunan 5% dari UMSK tahun sebelumnya.

Pada hari Jumat tanggal 24 April 2015 dengan didampingi oleh kuasa hukum, SBGTS-GSBI PT Panarub Industry secara resmi mengajukan gugatan ke PTUN Serang, sebagai upaya perjuangan organisasi atas penurunan Upah Minimum Sektoral/UMSK Tahun 2015, dengan Gubernur Banten sebagai Tergugat I, dan Wali Kota Tangerang sebagai pihak Tergugat II, dengan Perkara Nomor : 11/G/2015/PTUN-SRG, Dan selanjutnya pada hari Selasa, tanggal 11 Agustus 2015, proses persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara/ PTUN Serang dalam acara pemeriksaan bukti-bukti dari para pihak.

Dalam proses persidangan pada hari tersebut, ada sebuah fakta persidangan yang sungguh membuat kami terkejut, kaget, miris, marah dan sedih, dimana ada sebuah fakta dan bukti dimana yang menjadi dasar dari pihak Gubernur Banten untuk menetapkan surat KEPUTUSAN GUBERNUR BANTEN NOMOR : 561/Kep.28-Huk/2015 TENTANG UPAH MINIMUM SEKTORAL KOTA TANGERANG TAHUN 2015, dan menjadi alasan kenapa sektor sepatu mengalami penurunan, dikarenakan ada sebuah Kesepakatan Bersama antara pihak Asosiasi Persepatuan Indonesia/APRISINDO dengan pihak Serikat Pekerja setingkat DPC, salah satunya individu yang bersepakat saat ini masih menjabat ketua umum serikat pekerja di PT Panarub Industry, kenyataan ini sungguh menyesakkan dada, karena seorang pimpinan serikat pekerja seharusnya mendukung perjuangan upah demi sebuah peningkatan kesejahteraan, namun faktanya malah membuat kesepakatan dan perselingkuhan dengan pihak pengusaha untuk menurunkan sektor sepatu menjadi golongan 3 (tiga).

Proses persidangan di PTUN Serang belum berakhir, dan fakta persidangan kemarin dengan adanya kesepakatan adalah sebuah tindakan yang melawan hukum, dan tentunya bertentangan dengan amanat undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku. Untuk itu kami SBGTS-GSBI PT Panarub Industry, mohon dukungan kepada semua buruh PT Panarub Industry, mau dari anggota serikat manapun, mendukung perjuangan di PTUN Serang, sebagai langkah hukum dan langkah perjuangan atas upaya perampasan upah yang dilakukan oleh pihak-pihak yang anti terhadap kepentingan buruh. karena atas perubahan UMSK, kita telah kehilangan upah sebesar Rp 136.500,- / bulan. (oleh Prop. SBGTS-GSBI PRB)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: