GSBI: Hentikan Perampasan Upah, Tanah, dan Kerja! Kembalikan Tanah Warga Kampung Pulo!

GSBI Kembalikan Tanah Warga Kampung Pulo

HENTIKAN PERAMPASAN UPAH, TANAH DAN KERJA

KEMBALIKAN TANAH WARGA KAMPUNG PULO JATINEGARA JAKARTA TIMUR, MEREKA ADALAH RAKYAT INDONESIA

Bumi, air dan kekayaan alam di dalamnya sepenuhnya adalah milik Negara dan digunakan hanya untuk kesejahteraan Rakyat Indonesia, bunyi dari UU No. 5 tahun 1960. Artinya Negara memiliki kewenangan sebagai pengatur, perencana, pengelola sekaligus sebagai pengawas pengelolaan, penggunaan dan pemanfaatan SDA nasional. Maka Negara berkewajiban agar: Segala bentuk pemanfaatan bumi dan air dan serta hasil yang didapat didalamnya [kekayaan alam], harus secara nyata meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, melindungi dan menjamin segala hak-hak rakyat yang terdapat di dalam atau di atas bumi dan air yang dapat dihasilkan secara langsung atau dinikmati langsung oleh rakyat, mencegah rakyat tidak mempunyai kesempatan atau kehilangan hak yang terdapat di dalam dan di atas bumi dan air.

Namun peristiwa 20 Agustus 2015 di Kampung Pulo Jatinegara Jakarta Timur (Jaktim) adalah hal yang sangat jauh berbeda dengan yang disebutkan diatas. Tanggal 20 Agustus 2015 adalah hari duka bagi warga Kampung Pulo yang telah tinggal berpulu-puluh tahun, tanah mereka dirampas dengan paksa oleh aparat kepolisian, Satpol PP, Brimob sampai dengan TNI, dengan alasan: “Kawasan ini (Kampung Pulo) sudah tidak layak huni, baik dari segi kesehatan atau keamanan. Pemprov sudah menyediakan rumah susun, silakan ditempati. Sebagian warga bahkan sudah tinggal di sana,” ujar Umar Faroq Kapolres JakTim

Pernyataan Basuki Tjahaya Purnama: “warga di Kampung Pulo tidak berhak meminta ganti rugi, karena warga telah tinggal di tanah milik Negara dan sosialisasi relokasi warga kampung pulo sudah disosiakisasikan sejak tahun lalu”.

Relokasi yang dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purnama dengan menyediakan rumah susun bagi warga Kampung Pulo adalah omong kosong, karena rumah susun tersebut tidaklah diberikan secara cuma-cuma, sebagaimana yang terjadi kepada warga disekitar Kali Apuran Cengkareng Jakarta Barat dimana warga yang digusur ditempatkan di rumah susun dengan gratis selama enam bulan, namun setelah enam bulan kemudian warga Kali Apuran harus membayar sewa yang tergolong mahal, jauh dari tempat kerja untuk mencari nafkah, jauh dari tempat sekolah, akses menuju rumah susun juga tidak layak. Selain itu jika penyewa tidak sanggup untuk membayar maka pengelola rusun akan mengusir paksa. Gubenur Basuki Tjahaya Purnama tidak pantas menjadi peminimpin rakyat Jakarta, nyata dan terang bahwa kekejaman yang dilakukannya hanya semata–mata untuk membela kepentingan modal. Basuki Tjahaya Purnama tidak memiliki komitmen untuk memperbaiki kehidupan masyarakat miskin di Jakarta dan masyarakatnya dianggap salah satu penyebab banjir dijakarta.

Selain itu Gubernur Basuki Tjahaya Purnama juga mengatakan bahwa warga kampung pulo jatinegara adalah warga Ilegal Kalau kemudian Basuki Tjahaya Purnama mengatakan bahwa tanah di Kampung Pulo adalah tanah milik Negara, sesungguhnya seluruh tanah dan kekayaan alam yang terkandung di Indonesia adalah milik Negara, tetapi pertanyaannya untuk siapa? Kalau untuk kesejahteraan rakyat mengapa Basuki Tjahaya Purnama justru mengabaikan hal tersebut, dan justru merelokasi warga di rumah susun yang telah disediakan tanpa memikirkan hak-hak mereka. Relokasi tanpa penggantian tanah dan bangunan bukanlah solusi bagi warga yang tinggal di Kampung Pulo, warga butuh kepastian yang dapat menjamin tempat tinggal mereka, pendidikan anak-anak mereka serta kehidupan mereka sehari-hari.

Penggusuran yang dilakukan oleh aparat hukum dan aparat penjaga keamanan bangsa Indonesia yang diturunkan oleh Basuki Tjahaya Purnama adalah tindakan kejam dan melanggar hak Asasi manusia , saat ini warga yang telah terkena gusuran paksa tersebut tetap berjuang untuk mendapatkan haknya sebagai warga Negara Indonesia, dan tetap menempati tanah mereka di Kampung Pulo walaupun hanya dengan tutupan triplek dan tenda-tenda sederhana, mengingat rumah mereka telah dirobohkan dengan paksa.

20 Agustus 2015 adalah bukti yang kesekian kalinya bagi masyarakat Indonesia atas rezim Jokowi-JK yang berkuasa, anti terhadap rakyatnya sendiri dengan perampas tanah rakyat khususnya tanah warga Kampung Pulo, dengan cara diam tanpa sikap.

Lalu apa hubungannya dengan Klas buruh? Klas buruh adalah saksi nyata atas segala tindakan perampasan tanah di desa-desa, yang kemudian warga desa tersebut menjadi pengangguran dan menjadi buruh, semakin meningkatnya perampasan tanah di desa-desa mengakibatkan meningkatkan pengangguran/sumber daya manusia yang melimpah mengakibatkan upah buruh murah, karena pengusaha mempunyai banyak pilihan terhadap buruh yang butuh kerja dan pendapatan untuk biaya hidupnya dengan upah murah. Industry-industri yang ada di Indonesia tidak dibangun untuk kepentingan rakyat melainkan untuk kepentingan pengusaha, karena hasil produksi tersebut diperuntukan pasaran eksport, bukan untuk kebutuhan rakyat Indonesia. Bahwa pembangunan pabrik-pabrik dan perusahaan besar untuk pasaran ekspor juga telah merampas tanah rakyat disekitarnya berpuluh-puluh hektar bahkan ratusan hektar, lihat saja kawasan-kawasan industri.

Kalau kemudian penggusuran atas tanah rakyat tetap dibiarkan maka akan habis tanah yang digarap rakyat dan akan dikuasai oleh Tuan Tanah dalam hal ini Negara, dengan kata lain sistem feodalisme akan semakin massif di Indonesia dan merugikan, karena sistem feodalisme berarti kedaulatan rakyat berada di tangan satu orang atau sekelompok orang yang mengambil hak kemerdekaan individual masyarakat dalam suatu komunitas dan ini bertentangan dengan demokrasi, yang berarti kedaulatan berada di tangan rakyat.

Atas dasar tersebut Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) menyatakan sikap bahwa:

Penggusuran tanah yang terjadi di Kampung Pulo adalah perampasan tanah dan monopoli tanah yang dilakukan oleh Negara, dengan mengatasnamakan pembangunan melakukan penindasan seenaknya terhadap rakyat Indonesia. Negara harus bertanggungjawab atas penggusuran paksa yang dilakukan terhadap warga Kampung Pulo;

GSBI mengecam tindakan kebrutalan yang dilakukan oleh aparat Kepolisian, Satpol PP, Brimob serta TNI selaku perangkat keamanan rakyat Indonesia dalam melakukan penggusuran terhadap warga Kampung Pulo;

GSBI akan turut membantu perjuangan warga kampung pulo dalam memperjuangkan tanah dan hak-haknya sebagai warga Negara Indonesia, dan menyerukan kepada seluruh anggota serta rakyat Indonesia lainnya untuk turut menyuarakan perjuangan warga Kampung Pulo dan bersolidaritas dalam kampanye massa yang nantinya dilakukan oleh warga Kampung Pulo, untuk mendukung perjuangan ANTI PENGGUSURAN, karena hal ini juga menjadi bagian dari perjuangan dan persoalan klas buruh;

GSBI meminta kepada wartawan dan media untuk dapat memberikan informasi atau berita yang sesuai dengan fakta yang menjadi presoalan warga dan tidak menyudutkan warga kampung pulo;

GSBI menyatakan penting bagi warga kampung pulo dan juga korban penggusuran lainnya untuk juga membangun aliansi dengan organisasi massa yang berjuang untuk membela kepentingan rakyat Indonesia;

 

Jakarta, 22 Agustus 2015

Dewan Pimpinan Pusat

Gabungan Serikat Buruh Indonesia

*disadur dari akun resmi GSBI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: