Lawan penyingkiran – Bela demokrasi, Bela Corbyn!

v218-Jeremy-Corbyn-Get-v2

Pemilihan pimpinan Partai Buruh kali ini, yang disambut oleh Jeremy Corbyn sebagai pemilihan pimpinan partai paling demokratis yang pernah ada, sedang dinodai oleh penyingkiran terhadap anggota dan pendukung dari sayap kiri Partai. Minggu lalu terdapat gelombang mengerikan dari surat-surat yang dikirim oleh birokrat Partai, menginformasikan ribuan orang bahwa mereka tidak akan diizinkan untuk memilih dalam pemilihan pimpinan karena mereka tidak mendukung “tujuan dan nilai-nilai dari Partai” atau karena mereka mendukung organisasi yang menentang Partai Buruh.

Perkiraan terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 3.000 orang telah ditolak hak suaranya oleh birokrasi Partai Buruh. Tapi masih bersamaan dengan staf Partai memeriksa permohonan pendukung sampai batas waktu 10 September, laporan juga menunjukkan bahwa masih ada lagi ribuan orang yang menghadapi pencabutan hak. Sementara anggota tetap (full member) akan diizinkan untuk memprotes keputusan tersebut (mungkin tidak dalam waktu di mana suara mereka dihitung), ribuan pendukung yang mencoba untuk aktif berpolitik untuk pertama kalinya mendapati diri mereka dilarang memilih tanpa bisa tahu alasanya.

Ini seperti sebuah kebijakan yang sengaja direkayasa, dimana hampir setiap orang yang dikirimi surat-surat ini adalah pendukung Corbyn. Para pendukung dari serikat buruh-serikat buruh yang berafiliasi dengan Partai Buruh- pilar utama dukungan untuk Corbyn – juga tampaknya menjadi target utama untuk percobaan penyingkiran ini. Bahkan mereka yang telah lama menjadi anggota pun dikirim surat yang memberitahukan bahwa mereka telah masuk daftar hitam pemungutan suara.

Lebih menggelikan lagi dari kejahatan ini adalah bahwa dalam banyak kasus surat-surat ini dikirim setelah para penerima surat telah memberikan suara mereka, kira-kira artinya bahwa gurita birokrasi akan merogoh ke dalam kotak suara dan menyingkirkan jauh-jauh suara-suara tertentu demi kepentingan birokrasi. Tampaknya bahwa di bawah aturan baru pemilihan pimpinan Partai Buruh, siapa pun dapat memilih, asalkan itu adalah suara untuk status quo.

Siapa Penyusup Sebenarnya

Semua orang dapat melihat bahwa Partai Buruh yang sayangnya penuh dengan orang-orang yang tidak mendukung tujuan dan nilai-nilai dari partai sosialis demokratik ini yang didirikan untuk membela kelas buruh: kaum Blairis, kaum Tories (Pendukung Partai Konservatif.penj) yang menyamar. Tiga serangkai Tony Blair, Gordon Brown dan Peter Mandelson, bersama dengan gerombolan New Labour (Pengikut Ideologi New Labour/Buruh Baru yang ingin merangkul kelas menengah dan kelas atas) ciptaan mereka, menggiring Britania ke perang ilegal di Irak yang telah menewaskan ratusan ribu nyawa. Dengan antusias mereka membantu yang kaya semakin kaya, memperjuangkan privatisasi, dan sekarang menganjurkan pemotongan pembelanjaan layanan publik dan membuat kelas buruh membayar untuk krisis kapitalisme.

Bahkan lebih buruk, orang-orang yang telah menjangkiti partai kami ini mempunyai organisasi mereka sendiri, lengkap dengan acara dan publikasi sendiri, yang dengannya digunakan untuk menggalakkan ide-ide beracun mereka. Organisasi itu disebut ( mungkin secara ironis) ‘Progress’ (Kemajuan.penj.) dan itu secara resmi mendukung Liz Kendall untuk menjadi pimpinan Partai Buruh. Memang, fakta bahwa Kendall – yang jauh lebih setuju dengan kebijakan pemotongan anggarannya kaum Tories daripada dengan prinsip-prinsip dasar sosialis Partai Buruh – bahkan diperbolehkan di dalam Partai Buruh sangatlah menakjubkan.

Meskipun demikian orang-orang ini masih memiliki hak untuk memilih dalam pemilihan pimpinan. Menurut birokrasi bayangan Partai Buruh, mereka yang ingin menyerang para penuntut manfaat (asuransi) dan ingin mengebom Irak berhak untuk memiliki suara, tetapi seseorang yang mungkin pernah memilih Partai Hijau demi melawan pemotongan anggaran publik layak ditolak.

Anggota parlemen dari sayap kanan Partai Buruh, Tristram Hunt dan Chuka Umunna telah berbicara secara terbuka tentang pengorganisiran suatu kelompok “para moderat” untuk menyabotase kabinet yang dipimpin Corbyn. Simon Danczuk, anggota parlemen dari Blairis lainnya telah membuat seruan terbuka untuk potensi kudeta di masa depan terhadap pemimpin yang terpilih secara demokratis. Namun orang-orang ini tidak dikeluarkan dari partai.

Kaum kariris atau para pengejar jabatan inilah yang seharusnya dilarang dari pemungutan suara dan dibuang jauh-jauh dari partai, bukan anggota-anggota sayap kiri yang telah kembali ke Partai Buruh dari padang belantara sebagai hasil dari program inspiratifnya Jeremy yang anti-pemotongan anggaran.

“Biarkan publik masuk” … dan melemparkan sayap kiri keluar

Balik ke Mei tahun ini saat Harriet Harman, pimpinan sementara Partai Buruh, menyampaikan pidato di mana ia berbicara tentang proses pemilihan pimpinan baru Partai Buruh mendatang. Dia bersikeras bahwa “saat kita membahas ini …. kita harus menomorsatukan publik di benak kita. Kita harus membiarkan publik masuk.” Jelas pidato ini diberikan sebelum Harman, yang nyaman berlindung di posisi puncak Partai, menyadari bahwa suasana hati publik tengah marah terhadap kekuasaan politik yang ada dan kebijakan pemotongan anggarannya. Sejak Partai telah “membiarkan publik masuk”, didapati bahwa pelaksanaanya dalam demokrasi mengancam jabatan empuk yang telah Blairites bangun untuk diri mereka sendiri.

Dalam pidato yang sama ia melanjutkan dengan mengatakan: “Saya ingin melihat podium kampanye calon pimpinan di mana anggota Partai membawa serta yang bukan anggota. Di mana seseorang yang memilih Partai Buruh membawa serta seseorang yang memilih Tory atau SNP ataupun yang tidak memilih sama sekali.”

Tampaknya ketika para pemimpin Partai Buruh mengubah aturan tentang siapa yang dapat memberikan suara dalam pemilihan ini, mereka bermain-main dengan gagasan untuk menarik pemilih Tory untuk menyeberang barisan dan ikut terlibat dalam Partai Buruh – pergeseran ke kanan seperti ini akan sesuai dengan kelompok tertentu atau memenuhi harapan anggota Partai di parlemen dengan sangat baik. Namun saat kenyataan yang terjadi justru sangat berbeda dari yang mereka harapkan sontak para pengejar karir ini langsung mencampakkan mainannya sekaligus para pendukung Corbyn dari Partai.

Kaum birokrat yang kebakaran jenggot ini, bagaimanapun, berisiko kebablasan dengan “perlindungannya” terhadap partai dari “bahaya” para pemilih Corbyn, bahkan menurut standarnya sendiri. Salah satu kasus yang sangat menghebohkan, di konstituennya Corbyn, ada seorang pemilih muda yang ditolak hak suaranya dalam pemilihan (setelah memberikan suara untuk Corbyn) untuk sesuatu yang tak lebih dari sekadar ia pernah menulis ulasan buku yang diterbitkan di suatu situs sosialis. Kasus lainnya, lagi di konstituen yang sama, ada seorang pemuda yang telah menjadi anggota yang rutin membayar iuran di Partai Buruh selama dua tahun. Dia menerima surat yang memberitahukannya bahwa “permohonan terbarunya” untuk bergabung dengan Partai telah ditolak. Setelah memberitahukan Partai apa yang dianggapnya salah, ia diberitahu bahwa apa yang tertulis tentangnya itu memang salah – maksudnya salah menurut surat tersebut adalah seharusnya bukan ditulis “permohonan terbarunya” ditolak, melainkan seharusnya tertulis “Ia dipecat dari Partai!”

Lawan penyingkiran! Bela demokrasi!

Tekanan dan penyingkiran habis-habisan terhadap para pendukung Partai Buruh yang menggunakan hak mereka untuk kebebasan berekspresi dengan menulis ulasan buku, dan mengusir anggota yang telah mengikuti rapat lokal, regional dan nasional tanpa memberikan bukti apapun sungguh merupakan tindakan ekstrim. Tindakan tersebut tak pelak lagi memantik kemarahan dari orang-orang biasa dan memancing suatu gugatan hukum dari tim kampanye Corbyn.

Media sosial telah menjadi saksi atas suatu protes menentang penyingkiran. Bahkan mereka yang bukan Kiri (atau bahkan sama sekali aktif secara politik) marah dengan serangan-serangan gamblang terhadap demokrasi oleh birokrasi sayap kanan Patai Buruh. Patut kita apresiasi bahwa tim kampanye Corbyn sedang menyelidiki kasus sebanyak yang mereka bisa, dan berharap sebisa mungkin untuk turut campur tangan agar bisa menghentikan terus berlangsungnya hal itu. Tapi ini adalah masalah serius dan jika kita berniat untuk menghentikannya maka kita harus mengambil tindakan yang serius pula. Membikin dan meramaikan tanda pagar (hashtagging) di media sosial dan membagikan artikel di internet tidaklah cukup untuk menghentikan manuver semacam ini.

Demi membela Corbyn dan membela para pendukungnya, seharusnya tidak menaruh kepercayaan kita dalam penanganan di balik layar, atau struktur internal partai yang didominasi oleh sayap kanan. Kita juga tidak perlu takut gugatan hukum, sabotase, perpecahan, dan upaya birokrasi lainnya yang ingin mencegah kemenangan Corbyn. Tidak ada sedikit pun kompromi, konsesi, dan konsiliasi yang cukup untuk menyenangkan kaum Blairis, yang tidak akan berhenti untuk menghalangi Partai Buruh di jalur transformasi menuju gerakan massa anti-pemotongan anggaran. Mereka akan menggunakan dalih apa pun untuk mengganggu dan merusak kemenangan Corbyn.

Tapi, seperti yang telah kita lihat sejauh ini, serangan-serangan dari kaum Blairis tidak berhasil. Bahkan, mereka hanya membantu memperkuat gerakan Corbyn, dengan menyoroti kesenjangan besar antara penghinaan bagi demokrasi yang dilakukan kaum kariris dan pesan inspiratif atas harapan yang Jeremy Corbyn tawarkan.

Kekuatan kita ada dalam persatuan aksi massa. Tim kampanye Corbyn, dengan dukungan penuh dari serikat-serikat buruh, harus menyerukan demonstrasi segera yang menuntut dipulihkannya hak pilih para pendukung dan anggota-anggota. Mungkin saja terjadi bahwa Jeremy akan memenangkan pemilihan tanpa mempedulikan penyingkiran terhadap ribuan pendukungnya. Tetapi seruan untuk memprotes penyingkiran tersebut akan bergema secara luas di antara mereka yang ingin aktif dan terlibat dalam politik untuk pertama kalinya sebagai hasil dari tawaran kepemimpinan Corbyn ini, dan siapa yang sebaliknya akan menjadi lumpuh dari aktivitas politik oleh tontonan terbaru birokrasi tersebut. Selain itu, ini akan menjadi teladan dalam bagaimana cara untuk melawan semua manuver, hinaan, dan upaya sabotase yang akan menimpa jalannya Corbyn dari para Blairis, Tories, dan kelas penguasa setelah pemilihan, jika dia menang.

Yang terutama, protes tersebut akan menunjukkan kekuatan sesungguhnya di balik kampanye Corbyn ini: organisasi dan keterlibatan ribuan pekerja dan pemuda. Kekuatan ini akan memakai metode seperti ini sehingga kita bisa memobilisasi, membela Corbyn, melemparkan ide-ide Blairisme dari Partai Buruh ke dalam tong sampah sejarah, dan berjuang untuk sosialisme.

*Ditulis oleh Socialist Appeal pada Selasa 25 Agustus 2015 dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Raymondo. Disunting dan dipublikasikan ulang via Bumi Rakyat.

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: