Rakyat Malang Aksi Solidaritas untuk Salim Kancil

20150928_115520

20150928_115520

Senin (28/9/2015), 83 orang turun ke jalan menyampaikan solidaritas terhadap dua petani sekaligus aktivis penolak tambang pasir Salim Kancil yang gugur dan Tosan yang luka-luka dalam perjuangannya melindungi lingkungan. Massa yang tergabung dalam aliansi “Sedulur Tunggal Roso” (bahasa Indonesia: Satu saudara, satu rasa) tersebut mengutuk premanisme dan kebiadaban terhadap para pejuang lingkungan tersebut. Sebagaimana disampaikan Ony Mahardika, Direktur Eksekutif WALHI Jawa Timur, pagi hari saat Salim Kancil tengah menggendong cucunya di rumahnya, tiba-tiba ia didatangi puluhan orang. Kemudian Salim Kancil menaruh cucunya dilantai. Lantas tangan Salim Kancil diikat terus diseret ke balai desa setempat. Sampai Balai Desa Salim Kancil dipukuli dan disiksa oleh puluhan orang, bahkan distrum Listrik, digergaji lehernya, hingga tewas, dan jenazahnya dibuang di jalan depan pintu masuk kuburan. Sedangkan Tosan yang juga diserang puluhan preman menderita luka-luka parah bahkan luka bacokan di kepala serta kini tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Sjaiful Anwar, Kota Malang.

Sebagaimana dilansir Solidaritas.net pada Rabu (9/9/2015), keduanya mengikuti unjuk rasa menuntut penghentian penambangan bahan galian C atau pasir di pesisir pantai Watu Pecak. Hari itu, para demonstran menyatakan penambangan pasir di pesisir pantai Watu Pecak telah merusak lingkungan. Kontur pesisir pantai Watu Pecak jadi berlubang-lubang dengan rata-rata diameter 5 meter dengan kedalaman sampai satu meter. Pantai Watu Pecak telah menjadi salah satu destinasi wisata di Lumajang. Bahkan, pantai ini juga rutin dijadikan sebagai lokasi Melasti tiap tahunnya. Selain itu, warga juga khawatir terjadi abrasi jika penambangan ini masih dilakukan,” kata Anshori, salah-seorang warga Desa Selok Awar-Awar dilansir solidaritas.net dari suarasurabaya.net. Demonstrasi warga berhasil mendesak Kepala Desa Selok Awar-Awar, yaitu Hariyono, yang sepakat untuk stop semua aktivitas penambangan pasir di pesisir pantai Watu Pecak. Ternyata beberapa hari selanjutnya janji itu diingkari dan kesepakatan itu dilanggar. Operasi penambangan pasir terus dilanjutkan dan pungutan di portal yang dilegalisasi para perangkat desa terus dijalankan. Warga dan kaum tani yang didustai kembali memprotes namun bukannya dijawab dengan permintaan maaf apalagi pertanggungjawaban, malah terjadi penganiayaan bahkan pembunuhan terhadap Salim Kancil dan Tosan yang merupakan bagian dari aktivis penolak pertambangan perusak lingkungan.

Sofyan, Koordinator Lapangan, dari aliansi Sedulur Tunggal Roso, menyatakan bahwasanya meskipun berasal dari daerah berbeda namun rakyat Malang beraksi bersolidaritas untuk Salim Kancil dan Tosan karena memandang bahwa ini adalah sama-sama persoalan rakyat. “Ini bukan soal kriminalitas biasa, ini adalah tindak kejahatan yang disengaja, terencana, bahkan sistemik, terhadap para pejuang lingkungan. Polanya sama dengan kejahatan terhadap para petani di Rembang yang direpresi karena menolak pabrik Semen Indonesia yang akan merusak lingkungan”, eksposnya. Lebih lanjut lagi ia bersama aliansi menyatakan bahwa lambannya pemerintah daerah dan kepolisian dalam mengantisipasi potensi konflik pertambangan perlu disorot dan dibongkar. Ia bahkan bertanya-tanya jangan-jangan malah mereka sebenarnya sumber dari persoalan. Hayyi dari Komunitas Kali Metro menambahkan, “Ditangkapnya para pelaku pembunuhan dan penganiayaan tidak otomatis menunjukkan keseriusan pemerintah daen kepolisian dalam menuntaskan persoalan tambang…persoalan ini harus ditarik sampai kepada siapa sebenarnya dalang di balik peristiwa memilukan ini. Bisa jadi pemerintah daerah, atau bahkan pengusaha tambang.” Sementara itu Leon juga mengingatkan, “Tindak premanisme terhadap pejuang lingkungan juga pernah dilakukan terhadap kaum tani dan pejuang lingkungan di Malang. Tahun 2013, tepatnya pada Senin 28 Oktober 2013, Untung, Rizal, dan Wanto, tiga orang yang termasuk aktivis penolak penambangan pasir Koperasi Tambang Indonesia III milik Najib Salim Attamimi dikeroyok oleh para preman, saat ketiganya tengah minum kopi di Warung. Dalam kasus ini pun diduga keras preman-preman tersebut juga diduga punya hubungan dengan oknum elit pemerintah daerah dan perusahaan pertambangan terkait. Jadi dimana-mana petani menderita perampasan tanah, warga menderita perusakan lingkungan, dan aktivis menderita penganiayaan dan premanisme yang dipelihara oleh kaum kapitalis birokrat dan kapitalis perusak lingkungan.”, tekannya. “Satu buruh memang mudah dilumpuhkan, satu petani memang mudah ditangkapi, satu aktivis memang mudah direpresi, namun bila semua rakyat tertindas bersatu maka kita tidak akan bisa dikalahkan. Karena itu kita disini bukan untuk aksi seremonial belaka tapi membangun persatuan perjuangan melawan penindasan.”, serunya disusul yel-yel massa aksi, “Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan!”. Hayyi kemudian menutup aksi tersebut dengan membacakan pernyataan sikap aliansi menuntut keadilan, menghentikan operasi tambang pasir, mengusut dan mengadili tidak hanya pelaku kejahatan namun juga dalang atau aktor intelektual di baliknya. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: