Australia – Mengapa Melawan Fasis adalah Tindakan yang Benar

wpid-mengapa-melawan-fasis-adalah-tindakan-yang-benar.jpg.jpeg

Suatu rangkaian protes Islamophobis muncul di akhir pekan 9-11 Oktober sebagai bagian dari “Hari Global Melawan Islam”. Setiap demonstrasi rasis—di Sydney, Hobart, Perth, dan Bendigo—langsung dibalas dengan mobilisasi anti-rasis yang penting. Di Sydney, kelompok-kelompok anti-Islam menyatakan niatannya untuk “membuldoser” masjid Parramatta pada Jumat malam. Menurut Sydney Morning Herald, sekitar 15 orang fanatis dan 1 ekor anjing datang. Namun mereka langsung dikonfrontasi oleh 150 orang anti rasis dan aktivis Muslim. Sedangkan di Hobart, United Patriots Front (UPF) atau Front Persatuan Patriot, salah satu kelompok fasis Islamophobis yang lebih aktif, menyerukan suatu demonstrasi di Alun-alun Franklin. Cuma 10 orang yang datang. Sedangkan kelompok lawannya, Tasmania Welcomes Diversity atau Tasmania Menyambut Keanekaragaman jumlahnya lima kali lebih besar. Selanjutnya di Perth kaum anti-rasis meraih kemenangan serupa. Reclaim Australia dan UPF sudah mengirimi surat ajakan demonstrasi di pusat kota tapi hanya bisa  menarik sekitar 40an orang. Namun di Bendigo, kota tambang emas negara bagian Victoria yang menjadi medan bentrokan paling signifikan. Suatu kampanye menentang rencana pembangunan masjid menjadi mercusuar bagi kaum Islamophobis dan fasis di Australia.

Mereka mengklaim bahwa masjid tersebut akan memboyong hukum syariah, larangan terhadap Natal, dan memaksa pemakaian burqa di kota. Para anggota dewan setempat sudah ikut bergabung mereka di kampanye rasis akar rumput se-Victoria, yaitu gerombolan yang terdiri dari UPF, perhimpunan Q, Reclaim Australia, dan sebagainya. Kampanye mereka terdiri dari demonstrasi-demonstrasi, penyerbuan pertemuan dewan setempat, dan penganiayaan serta pelecehan terhadap para anggota dewan dan aktivis anti rasis. Ini direspon dengan kampanye membela masjid. “Believe in Bendigo” atau “Percaya pada Bendigo” telah menggelar piknik untuk keanekaragaman dan memasang balon-balon kuning di seluruh penjuru kota untuk menunjukkan dukungannya bagi umat Muslin. Sedangkan kelompok yang lebih radikal, Bendigo Action Coalition (BAC) atau Koalisi Aksi Bendigo juga telah terbentuk dan menekankan bahwa kaum fasis harus dikonfrontasi di jalanan saat mereka memobilisasi diri. Kelompok yang terdiri dari warga-warga setempat ini bekerja tanpa lelah selama berminggu-minggu untu mengorganisir suatu protes tandingan melawan kaum rasis. Mereka didukung oleh para aktivis Melbourne dari Campaign Against Racism and Fascism atau Kampanye Melawan Rasisme dan Fasisme. Akhirnya mobilisasi-mobilisasi rasis dan anti-rasis seimbang, dan tiap pihak berjumlah ratusan orang.

Bukanlah hal yang mudah bagi para aktivis untuk menggalang demonstrasi-demonstrasi tandingan. Para aktivis BAC bukan hanya harus menghadapi intimidasi dari kaum fasis namun juga dengan suatu kampanye, sebagaimana yang dikatakan seorang warga lokal sebagai “pasivitas agresif”, yang lagi-lagi mengatakan di berbagai kesempatan bahwa cara terbaik untuk menghadapi UPF dan kaum Islamophobia adalah dengan mengabaikannya dan mereka akan pergi. Ini omongan yang bodoh. Islamophobia eksis karena negara-negara Barat butuh pembenaran atas perang-perang mereka di Timur Tengah dan atas hukum-hukum pengawasan mereka yang semakin membabi-buta. Islamophobia disebarkan di media, di pendidikan, dan di masyarakat.

Pasukan-pasukan kejut preman seperti di UPF adalah konsekuensi langsungnya. Jika gerakan fasis ini diberi ruang maka mereka akan tumbuh. Kita butuh gerakan yang siap melawannya. Meninggalkan jalanan untuk mengadakan kampanye pendidikan atau piknik-piknik damai di taman, akan membuat kaum fasis semakin percaya diri dalam mengorganisir arak-arakan atau aksi pawai di ruang-ruang publik.

Misalnya di Melbourne, kaum fasis sangatlah kalah jumlah dalam tiga kesempatan. Mereka kalah, patah arang, dan terdemoralisasi. Inilah alasannya mereka menggelar protes di Bendigo.

Tash Joyce, seorang aktivis Bendigo, mengatakan pada koran Red Flag—(Bendera Merah.penj) media resmi Socialist Alternative, “Di sekolah dulu saya selalu dibilang untuk abaikan saja para penindas. Dan saya menurutinya. Dan memang manjur. Mereka berhenti menggangguku karena mereka tidak mendapat perhatian yang mereka inginkan lagi. Lantas kau tahu, mereka beralih ke orang tak berdaya lainnya untuk mereka jadikan bulan-bulanan. Mengabaikan penindasan tidaklah menghentikannya—itu hanya akan membuatnya mengalihkan sasaran ke orang lain. Itu tidak menghentikan persoalan. Seseorang tetap akan ditindas dan dijadikan bulan-bulanan”.

Kaum fasis garis keras mencoba menarik kaum rasis yang lebih lunak di sekitar mereka. Protes-protes jalanan yang mencap UPF dan memblejeti kefasisan mereka membantu memecah persatuan fasis demikian. Dinamika demikian menimbulkan teladan internasional dan historis.

Jess Cola dari BAC mengatakan, “Situasi di Eropa menunjukkan bahwa kalau kita tidak mengonfrontasi rasis-rasis itu saat mereka masih merangkak, maka mereka akan tumbuh besar.”

*diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari tulisan Vashti Kenway bertajuk “Why it’s right to confront the fascists” di redflag.org.au serta dipublikasikan ulang via Bumi Rakyat.

Comments
One Response to “Australia – Mengapa Melawan Fasis adalah Tindakan yang Benar”
  1. BUDI SETYAWAN mengatakan:

    thank bro, wujudkan perdamaian, persamaan,..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: