Komite Pendidikan Gratis: Pemerintah Kabupaten Gresik Tidak Peduli dengan Pendidikan Gratis dan Bermutu

KPG

Aksi Unjuk Rasa Komite Pendidikan Gratis ( KPG ) GRESIK, Hari SELASA Tanggal 20 Oktober 2015 Jam 07.00 s/d Selesai :
Sasaran aksi : Depag ( Departemen Agama ) – SMPN 1 – SMPN 2 – SMPN 3 – Dispendik ( Dinas Pendidikan ) GRESIK
TITIK KUMPUL DI WEB Jl. Jaksa Agung GRESIK JAM 07.00 WIB

SELEBARAN AKSI :

“PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK TIDAK PEDULI DENGAN
PENDIDIKAN GRATIS DAN BERMUTU”

Maraknya pungutan biaya sekolah yang dilakukan oleh pihak sekolah seperti biaya yang harus ditanggung wali murid pada setiap tahun ajaran baru baik bagi siswa baru/lama seperti biaya pembelian seragam/kain seragam, buku pelajaran (Mulok) / LKS, biaya bimbingan belajar (Bimbel) dsb, pembiayaan sekolah dengan jumlah nominal yang cukup tinggi ini tentu sangat membebani bagi masyarakat, khususnya bagi yang berpenghasilan terbatas dengan segala kebutuhan hidup yang ada. Lebih parah lagi biaya – biaya tersebut tanpa disertai kwintansi/rincian penggunaannya dan terkesan “ dipaksakan”.

Padahal pembiayaan sekolah sudah diatur dengan jelas didalam aturan kependidikan, demikian juga biaya personal siswa yang semestinya wali murid diberikan kebebasan dalam memenuhinya dan tidak boleh ada unsur paksaan seperti pembelian seragam nasional dan pramuka, perlengkapan belajar (Buku tulis), dsb. Tetapi kenyataannya, ini malah menjadi kewajiban yang harus ditanggung oleh wali murid, bahkan seringkali hal ini juga mengakibatkan terjadinya diskriminasi pelayanan pendidikan semisal apabila walimurid terlambat membayar atau bahkan tidak mampu membayarnya. Belum lagi persoalan gonta ganti model seragam khas sekolah dan seragam olah raga setiap tahunnya ?

Kami dari KPG (Komite Pendidikan Gratis) menyimpulkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kab. Gresik tidak berkomitmen dalam melaksanakan amanat UUD 1945 berikut aturan lain mengenai pendidikan dan juga tidak serius melaksanakan isi kesepakatan dengan kami yaitu : 1.Pihak sekolah harus mengeluarkan rincian dan kwitansi pembayaran, 2.Mengembalikan Pungutan, 3.Dilakukan pengawasan dan pemeriksaan serta memberi sanksi tegas. Kenyataannya pemerintah terkesan malah melakukan pembiaran adanya pungli (pungutan liar) dan praktek komersialisasi pendidikan, bahkan dalam hal pemasangan Banner pun (pengumuman dari isi MOU diatas) di pintu gerbang sekolah tidak semua sekolah melakukannya.

Sejak aksi protes KPG pada tanggal 20 Agustus 2015 hingga sekarang tidak ada tindakan kongkrit dari Kemenag dan Dinas Pendidikan Kab. Gresik ( pengawasan ataupun sanksi tegas pada pelanggar aturan kependidikan ). Demikian juga tidak ada tindakan lebih lanjut dari DPRD Gresik dalam perannya sebagai fungsi Kontrol dalam pelaksanaan aturan kependidikan ataupun mahalnya biaya pendidikan walaupun DPRD telah melakukan sidak di Sekolah. Apakah hal ini menandakan DPRD, Bupati/Dinas Pendidikan dan Kemenag Kab. Gresik sama saja dengan pelaku pelanggar aturan kependidikan dan lalai dalam memberikan pelayanan publik dengan penuh tanggung jawab?!

Ini juga menunjukkan kegagalan Pemerintah DPRD, BUPATI/Dinas Pendidikan, dan Kementerian Agama Kab. Gresik dalam melaksanakan amanat konstitusi UUD 45 dalam hal mencerdaskan kehidupan bangsa! Adanya biaya sekolah dengan berbagai dalih dan ketidakmampuan pemerintah ini juga berakibat pada adanya perbedaan mutu kualitas dan sarana belajar antara satu sekolah dengan sekolah lainnya, dimana bagi masyarakat yang berkecukupan tentu punya kesempatan menyekolahkan anaknya pada sekolah yang lebih berkualitas, tidak demikian halnya bagi masyarakat yang hidup pas – pasan.

MAKA KAMI MENYATAKAN SIKAP MOSI TIDAK PERCAYA
Kepada DPRD, Bupati/Dinas Pendidikan dan Kemenag Kabupaten Gresik.

Komite Pendidikan Gratis menuntut :

Pendidikan Gratis Bermutu Tanpa Diskriminasi
STOP Pungli dan Segera Kembalikan Uang yang Dipungli
Tolak Komersialisasi Pendidikan
Transparansikan Biaya Pendidikan
Sanksi Tegas Pelaku Pungli Sekolah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: