SPBI Pimpin Buruh Malang Tolak PP Pengupahan

Photo3428

Senin (26/10/2015) lebih dari seratus buruh turun ke jalanan kota Malang menentang RPP Pengupahan. Massa yang berarak-arakan di bawah panji-panji Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) bergerak dari stadion Gajayana hingga Balai Kota menuntut dibatalkannya PP Pengupahan. Massa buruh dari berbagai pabrik di kota dan kabupaten Malang mengusung berbagai plakat protes. Dari plakat yang berbunyi, “Tolak RPP Pengupahan”, “RPP Pengupahan Berat Bagi Kami”, “Buruh marah karena upah murah”, “Biaya Hidup dan UMK gak imbang bos”, “UMK: Untuk Makan Kurang”, “Hentikan Eksploitasi Buruh”, “Buruh Bukan Budak Buruh Bukan Hewan Manusiakan Kami”, “Lawan Rezim Kapitalis”, hingga plakat bernada paling keras, “Gak Iso Mbayar Upah Layak Pengusaha Berangkat ke Neraka.

Faizin, Koordinator Lapangan (Korlap) SPBI, berorasi, “PP Pengupahan ini termasuk paket kebijakan ekonomi keempat rezim Jokowi-JK yang diklaim akan mempercepat penyerapan anggaran dan pertumbuhan ekonomi yang tengah lesu. Setiap ekonomi mengalami kelesuan, selalu buruhlah yang harus menanggungnya tetapi saat ekonomi sedang tumbuh pesat, apa yang didapatkan kaum buruh?”, gugatnya. “Kerja kontrak dan upah murah!”, ungkapnya.

Sebagaimana keterangan dalam rilis pers SPBI Malang, formulasi upah dalam PP Pengupahan dihitung berdasarkan upah tahun berjalan dikalikan dengan hasil penjumlahan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ini jelas melanggar hukum karena formulasi demikian menghapuskan peran Dewan Pengupahan dalam penentuan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dan Upah Minimum. Ini bisa dilihat dimana berdasarkan Pasal 89 Undang-undang (UU) Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan dinyatakan bahwa penetapan Upah Minimum Kota dan Kabupaten (UMK) harus ditetapkan Gubernur dengan memperhatikan rekomendasi dari Dewan Pengupahan Provinsi dan/atau Bupati/Walikota. Dengan mekanisme yang berdasarkan UU No. 13 tahun 2003 dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) No. 7 tahun 2013 di Malang, KHL untuk tahun 2016 sebesar Rp 2.367.234,-, infasi 4,75%, dan pertumbuhan ekonomi sebesar Rp 2.618.000,-. Namun bila PP Pengupahan yang dijadikan acuan dan diberlakukan maka UMK Kota Malang hanya akan sebesar Rp 2.097.391,- dan Kabupaten Malang hanya sebesar Rp 2.186.256,- saja. Andi, yang berorasi di atas mobil komando SPBI menggugat pemerintah Jokowi-JK dan Kementerian Tenaga Kerja pimpinan Hanif Dhakiri. Ia menuding mereka sebagai rezim politik upah murah yang mengesahkan PP Pengupahan demi kepentingan penumpukan modal dan laba para pengusaha, pejabat, dan konglomerat dengan mengorbankan hajat hidup buruh sementara buruh semakin dicekik dengan naiknya harga-harga akibat dicabutnya berbagai subsidi oleh Jokowi-JK. “Buruh di berbagai kota dan kabupaten di Indonesia hari ini sedang bergerak, bangkit, menentang politik upah murah, dan menuntut dicabutnya PP Pengupahan. Tidak mustahil kalau ini tidak dituruti akan ada aksi tingkat provinsi bahkan nasional”, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: