JBMI-HK Gelar Aksi Piket Tolak Peraturan KUR dan Kewajiban Cash Transfer Gaji

11230967_909362519150127_3381737907475731746_o

Press Release
Jaringan Buruh Migran Indonesia JBMI-HK dan Macau

“JBMI-HK Gelar Aksi Piket Tolak Peraturan KUR dan Kewajiban Cash Transfer Gaji”

Minggu,15 November 2015, lebih dari 350 massa, anggota Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) dan buruh migran non JBMI mengelar aksi di depan gedung Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), sebagi bentuk protes buruh migran terhadap pemerintah yang membuat peraturan setiap Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tidak bisa menyediakan uang sebagai jaminan potongan agen, untuk meminjam Kredit Usaha Rakyat (KUR) & juga mewajibkan para majikan untuk mengirim gaji Pekerja Rumah Tangga (PRT) ke rekening Bank Indonesia (Cash Transfer) gaji dan juga mengkritisi kelambanan pemerintah dalam menangani bencana dan korban Asap di Jambi, Kalimantan, Sumatra, dan Papua.

Dalam pidatonya Susanti Mugi Rahayu (Fafa) selaku Wakil dari Persatuan BMI Tolak Overcharging-Hong Kong (PILAR-HK), Overcharging sudah lama diterapkan dan itu merupakan aturan ilegal yang ada di Hongkong. Karena memang potongan yang sesuai peraturan untuk biaya komisi agen itu hanya 10% dari gaji PRT. Namun sampai saat ini masih tetap sangat tinggi, bahkan bagi buruh migran yang belum selesai potongan kemudian putus kontraknya maka potongan akan bertambah lagi.

Pemerintah tidak pernah berupaya untuk menurunkan biaya penempatan,tetapi malah melanggengkan overcharging dengan pelarangan kontrak mandiri dan juga dikeluarkannya wajib KUR untuk penempatan TKI.

Tuntutan kami adalah berlakukan kontrak mandiri serta turunkan biaya penempatan cukup satu bulan gaji tegas Fafa dalam orasinya.

Lagu dan yel-yel semakin menambah semangat para demonstran aksi yang berlangsung dari jam 4 sampai 5 sore.

Maesaroh ketua Asosiasi Buruh Migran (ATKI-HK), sekaligus koordinator aksi piket dalam orasinya mengatakan “Aksi ini adalah salah satu dari serangkaian aksi yang akan dilakukan untuk menyambut “Hari Migran Internasional”

Dalam orasinya Maesaroh menyampaikan bahwa kondisi Buruh Migran semakin terjepit dengan kebijakan-kebijakan pemerintah. Upah buruh migran terus dipangkas dengan aturan yang memaksa buruh serta aturan CASH TRANSFER yang mewajibkan setiap majikan memberikan gaji kepada PRT nya langsung ditransfer ke rekening bank yang ditunjuk oleh pemerintah.

Artinya Pemerintah akan diuntungkan berlipat ganda. Dari biaya transfer, kemudian jika buruh migran akan ambil gajinya dia harus membeli dolar karena gaji sudah dalam bentuk rupiah. Dan jika akan kirim ke keluarga harus transfer lagi. Dari sini sudah jelas-jelas pemerintah hanya memikirkan keuntungannya yang berlipat ganda tanpa mempertimbangkan dari sisi buruh migran.

Belum lagi kebijakan KUR. Siapa yang bisa menjamin pinjam di lima bank yang sudah ditunjuk pemerintah seperti BNI, Mandiri, BRI, May Bank, dan Sinar Mas tanpa meminta jaminan. Jawabnya tidak ada bank yang meminjamkan uang tanpa jaminan, mereka pasti akan meminta surat tanah, surat rumah dan ketika kita diputus kontrak sudah pasti keluarga kita yang akan terbebani dan menanggung semuanya.

KUR TKI hanya membuat buruh migran dan keluarganya semakin terjerat perbudakan hutang, apalagi jika di interminit dan ganti majikan baru.

Buruh migran dari Hong Kong, Macau dan Taiwan menolak tegas aturan wajib Cash transfer yang dibuat oleh  Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), tegas Maesaroh.

Sebelum serangkaian acara aksi, JBMI juga menggelar forum terbuka sebagai pemanasan aksi di lapangan bola palm-palm, yang di mulai dari jam 2 sampai jam 3:45 dengan diisi orasi dari perwakilan aliansi JBMI yang juga dengan pembahasan yang sama.

Acara juga di ramaikan dengan kesenian progressive body movement, rebana, jaranan, dan tarian dari anggota JBMI.

Dalam pernyataan sikapnya, JBMI menyampaikan bahwa aturan ini adalah turunan dari kebijakan Presiden Jokowi dalam KUR TKI yang ingin memastikan uang buruh migran terpusat dan terkumpulkan untuk menjamin hutang-hutang luar negeri yang terus mengalami kenaikan jumlahnya.
JBMI akan terus menuntut pemerintah untuk segera menurunkan biaya penempatan, membuat sistem pengaduan dan kompensasi bagi korban overcharging mencabut aturan CASH TRANSFER dan mencabut UU No 39 /2004 yang jelas-jelas hanya menguntungkan PJTKI dan agen.

Referensi Maesaroh 
(+852 9136 6675)
Koordinator Aksi JBMI-HK & Macau.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: