Terorisme Fundamentalisme Buah Pahit Imperialisme

Terorisme-Fundamentalisme Buah Pahit Imperialisme

Jumat malam, (13/11/2015), para anggota dan simpatisan ISIS melancarkan serangkaian serangan terkoordinasi di Paris, Prancis, dan mengakibatkan setidaknya 129 korban tewas dan 352 luka-luka dalam insiden bom bunuh diri serta penembakan di gedung konser, ditambah di beberapa lokasi lainnya.

Hollande menyatakan bersumpah “akan bersikap tanpa ampun dengan kaum barbar dari Daesh (ISIS.ed)” Sedangkan Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls bahkan memperparah retorika itu dengan menyatakan, “Kami akan bertindak, kami akan menyerang, kami akan menghancurkan musuh ini…kita harus memusnahkan musuh-musuh republik, menendang keluar semua imam radikal itu, seperti yang sudah dan sedang kita lakukan, cabut kewarganegaraan mereka yang mencemari semangat Prancis. Tak ada satupun waktu istirahat bagi mereka yang menyerang semangat republik”. Laurent Wauquiez, bekas Menteri Pendidikan Tinggi rezim Sarkozy, menyatakan “Saya menuntut 4.000 orang yang dicurigai terorisme ditempatkan di pusat-pusat pengasingan”. Philippe de Villiers, seorang konservatif anggota Parlemen Eropa dari Prancis mengatakan, “Drama tragis di Paris, ini akibat kelemahan dan masjidisasi Prancis” Bahkan Marine Le Penn secara terang-terangan menyalahkan umat muslim dan para pengungsi di Prancis yang kenyataannya justru lari dari teror ISIS.

Lebih lanjut lagi rezim penguasa Prancis di bawah pimpinan Francois Hollande dan beberapa pejabat lainnya dengan cepat mengklaim bahwa salah satu teroris adalah seorang pengungsi Suriah yang masuk Prancis melewati jalur Yunani. Tanpa memedulikan hasil investigasi sampai tuntas untuk menentukan apakah paspor tersebut milik pelaku ataukah sebenarnya milik salah satu korban, sentimen rasisme serta Islamophobia langsung disebarluaskan kelas penguasa di Prancis ke segala penjuru. Retorika keras rezim dan kelas penguasa serta antek-antek sayap kanannya di Prancis seakan-akan menunjukkan mereka sebagai kaum demokrat sejati yang konsisten menentang fundamentalisme. Anehnya sebelum serangan ISIS di Paris, grup Facebook milik kelompok Anonymous di Prancis yang membongkar dan memblejeti akun-akun Facebook para anggota, pendukung, dan simpatisan ISIS, tiba-tiba saja dihapus tanpa alasan hanya selang beberapa jam sebelum serangan teroris meletus di Paris.

Faktanya justru rezim penguasa di Prancis, bersama dengan Imperialis AS, dan negara-negara sekutunya seperti Turki dan Arab Saudi, adalah pihak yang mendanai, menyuplai persenjataan, dan melatih kaum pemberontak di Suriah—yang banyak di antaranya justru kemudian menjadi kelompok-kelompok fundamentalis Islam reaksioner seperti ISIS dan Jabhat Al-Nusra. Manuver sesat yang sama juga dulu pernah dilakukan Imperialis AS yang membekingi kaum mujahidin untuk menggulingkan pemerintahan Afghanistan yang saat itu didukung Uni Soviet. Saat Taliban berkuasa, semua hak-hak perempuan diberangus, institusi-institusi pendidikan formal dibubarkan, situs-situs sejarah dibom sampai luluh lantak, teknologi seperti radio dan televisi dilarang atau bahkan dihancurkan. Fundamentalisme berkuasa di Afghanistan justru akibat bantuan Imperialisme. Sang anjing gila kemudian berbalik menggigit tangan tuannya yang memberi makan.

Belum lagi kalau kita mengingat bahwa Imperialis Prancis sendiri kedua belah tangannya juga bersimbah darah rakyat di negara-negara jajahannya. Salah satunya di tahun 1945, tepat setelah berakhirnya Perang Dunia II, terjadi Pembantaian Sétif dan Guelma dimana aparat kepolisian kolonial Prancis menembaki para demonstran pro kemerdekaan Aljazair di kota Sétif yang mengakibatkan pecahnya kerusuhan yang menewaskan 103 orang. Ini kemudian disusul dengan serangan bersenjata oleh para aparat Prancis bersama milisi pro Prancis yang mengakibatkan kematian penduduk Muslim antara 1.020 hingga 45.000 orang. Ini disusul dengan Pembantaian Paris 1961 dimana Prancis membantai 1,5 juta rakyat Aljazair yang berjuang ingin merdeka. 200 di antaranya tidak tewas di daerah Aljazair melainkan dibunuh di jalanan Paris oleh aparat kepolisian.

Kenyataannya kekejaman terorisme fundamentalisme demikian adalah buah langsung dari kekerasan brutal serta kekejaman membabi-buta akibat Imperialisme Barat selama berpuluh bahkan beratus-ratus tahun. Afghanistan, Irak, Libya, Mali, Suriah, semuanya telah diintervensi dan diinvasi oleh berbagai negara Imperialis, khususnya AS, Inggris, Jerman, dan tentu saja termasuk Prancis. Dalam invasi AS terhadap Irak, infrastruktur, sekolah, rumah sakit, panti asuhan, jembatan yang hancur luluh lantak dibombardir. Lebih banyak lagi rakyat sipil termasuk anak-anak yang mati padahal tidak ada hubungannya sama sekali dengan dukung-mendukung terhadap rezim kediktatoran Saddam Hussein. Populasi kota Fallujah di Irak, tersisa hanya 30% sejak pasukan Imperialis Barat menginvasinya. Tanah air yang dibumihanguskan oleh intervensi, invasi, dan agresi Imperialisme demikian hanya menyuburkan kebencian dan dendam yang kalau tidak menemukan jalan keluar revolusionernya akan berkanal dan bermuara pada fundamentalisme.

Sebagaimana yang dikatakan Sarinah, pengelola situs solidaritas.net, “Invasi-invasi itu hanya mengacaukan pertentangan dan perjuangan kelas di satu negeri. Invasi menggagalkan rakyat berjuang dan menjatuhkan diktatornya sendiri sehingga pada akhirnya menggagalkan lahirnya suatu generasi yang lebih maju, generasi anti kediktatoran, generasi demokratis, sebagai landasan lahirnya sosialisme…” (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: