Persetan

persetan.jpg

Satu bulan setelah kau pergi
Aku masih tak peduli
Lebih baik aku sendiri
Kita tidak perlu berdebat lagi
Kita tidak perlu bertengkar lagi
Sudah kita jalan sendiri-sendiri
Kau dengan jalanmu, aku dengan jalanku
Nanti siapa yang benar, kita bisa lihat nanti

Dua bulan setelah kau pergi
Aku kembali merokok lagi
begadang sampai dini hari
dan ngopi tiga kali sehari
tiap kubaca buku-bukuku di lemari
tiap halaman kau stabilo dan kau coreti
Aku bisa dengar kau menggebrak-gebrak meja lagi

Tiga bulan setelah kau pergi
Aku masih merasa frustasi
Kubuang buku-bukumu yang kau pinjami
Kurobek majalah dan poster yang beri
Sampai aku menyesal lalu kupunguti lagi

Empat bulan setelah kau pergi
Kucing kontrakan mati ditabrak lori
Kukubur di belakang toko TV
Aku pindah ke pabrik roti
Masuk bagian packing
dan bertengkar dengan mandor tiap hari
masuk daftar orang-orang diawasi

Enam bulan setelah kau pergi
Kupandangi kabel listrik dari jendela kereta tiap pagi
Naik turun tak berhenti-henti
Tegangan tingkat tinggi
Seperti foto profilmu hari ini
yang barusan kau ganti
Persetan dengan setan
Aku bahagia kalau kau lebih bahagia daripada aku

Tujuh bulan setelah kau pergi
Aku tidak jadi idul fitri sendiri
Roni harus jual iphone, motor, dan tiket kereta api
Kata dokter ibunya harus kemoterapi
Di kontrakan tinggal kami berdua
Bicara represi dan demoralisasi
Bicara kerja dan keluarga
Bicara apa saja
Sampai capek
Sampai tidur
Sampai mimpi

Delapan bulan setelah kau pergi
Aku bayangkan kau kuliah lagi
Atau menikah dan menjadi istri
yang tak pernah bisa kumaskawini
yang selalu kau teriaki aku salah mengerti
Kadang aku pikir apa gunanya kita bertemu
Lebih banyak debat dan tengkar
Daripada peluk dan cium pacar
Kadang aku benci kau yang bukan keluarga kuli
Sanggah setiap omonganku yang kau bilang salah
Kadang aku benci kau sering benar
Kadang aku benci diriku sendiri

Sembilan bulan setelah kau pergi
Aku mulai lagi sendiri
Kumpulkan satu dua hingga tiga empat
dan seterusnya
Aku mulai menulis lagi
Selebaran, pamflet, dan seterusnya
Sambil belajar dari kesalahan kemarin
Sambil menarik pelajaran untuk hari ini

Sepuluh bulan setelah kau pergi
Aku ngeband lagi dengan kawan-kawan pabrik roti
Aku pegang gitar dan vokal
Memang tidak seenak vokalmu
yang seperti api menjilat jerami
Tapi hidup harus terus berjalan
Walau bukan dalam satu kesatuan

Sebelas bulan setelah kau pergi
Aku melihatmu di demonstrasi hari ini
Rambut hitam kemerahan terbakar matahari
Tulang pipi keras dan mata nyalang
Kulit orang cina, memerah kepanasan,
Tapi tak bisa hangus menghitam
Berdiri tegak di atas mobil komando berorasi
Satu barisan beda organisasi
Masih penuh amarah dan angkara
Tak padam, terus membara, terus membakar
Meskipun kemudian aparat menyerang
dan aku melawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: