Parade Migran di Hong Kong: Buruh Migran Tuntut Pengkriminalan Overcharging dan Penetapan Aturan 8 Jam Kerja

12341517_921560621263650_773785970389694704_n

Pada minggu (13/12/2015), ratusan buruh migran di Hong Kong menggelar Parade Migran dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia ke-67 dan Hari Migran Internasional ke-25. Parade dimulai dari gedung Konsulat Indonesia menuju kantor pusat pemerintah Hong Kong dan diikuti buruh migran dari Indonesia, Filipina, dan Nepal.

Sambil memegang tulisan ‪#‎REGUL8‬, massa parade yang dipimpin JBMI-Hong Kong dan AMCB memakai kostum merah dan topi santa serta bertepuk meriah sebagai ungkapan selamat natal kepada masyarakat di jalanan Hong Kong. Mereka mengingatkan pemerintah Indonesia dan Hong Kong agar mengakhiri praktek perbudakan modern dan pengucilan sosial terhadap buruh migran sektor Pekerja Rumah Tangga.

Massa parade menuntut agar pemerintah Indonesia mengkriminalkan overcharging atau biaya PJTKI/Agen yang mahal. Sedangkan kepada pemerintah Hong Kong, mereka menuntut agar aturan 8 jam kerja bagi seluruh pekerja termasuk 331,989 Pekerja Rumah Tangga Migran segera ditetapkan.

Overcharging itu adalah bentuk perbudakan modern. Itu momok, merampas upah dan merugikan buruh migran dan keluarganya. Kami ini seperti sapi perahan, terus menerus diikat dan diperas PPTKIS. Tidak hanya sekali, berulang kali. Selama keluar negeri, selama itu pula jadi korban overcharging” tegas Sringatin, koordinator JBMI Hong Kong dan Macau dalam orasinya.

Overcharging menjadi umum di kalangan buruh migran di luar negeri karena dilegalisasikan Menteri Tenaga Kerja. Berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) No. 98/2012, biaya keberangkatan TKI sektor PRT ke Hong Kong ditetapkan sebesar Rp. 14,780,000. Jika dikurskan ke dolar Hong Kong dengan nilai kurs terkini hanya HK$8,122. Tapi faktanya, semua buruh migran dikenakan biaya sekitar HK$16,000 – HK$18,000 melalui sistem 6 bulan potongan gaji.

Bahkan buruh migran korban PHK atau eks yang ingin keluar negeri lagi tetap dikenakan biaya yang sama. Tidak ada aturan yang membatasi dan tidak ada mekanisme hukum yang memberi hak buruh migran untuk menuntut PPTKIS jika ditarik berlebihan.

“85% biaya dinikmati PPTKIS untuk alasan pelatihan, akomodasi dan komisi jasa mencari job. Padahal ketika masuk rumah majikan, training tersebut tidak bisa digunakan karena ternyata beda rumah beda alat dan beda kebutuhan. Majikan tetap melatih lagi. Bahasapun tidak memadai sebab tidak dilatih tenaga bahasa profesional” tambah Sringatin.

JBMI menuntut pemerintah harus menghapus ikatan buruh migran kepada PPTKIS dan juga mandatory training pra-pemberangkatan yang dimanfaatkan PPTKIS untuk memeras.

Menanggapi KUR Penempatan TKI dan Cash Transfer Gaji, Sringatin mengatakan itu bukan solusi overcharging dan pelanggaran majikan jahat. Justru semakin menjerat buruh migran dan mengancam keselamatan keluarganya dalam perbudakan hutang yang melibatkan perbankan.

JBMI dan AMCB juga menuntut penetapan aturan 8 jam kerja karena 65% buruh migran harus bekerja selama 13 – 20 jam dan stand by 24 jam setiap harinya. Istirahat tidak memadai dan tidak bisa melakukan kegiatan layaknya manusia normal lainnya.

Pemerintah Hong Kong saat ini sedang menggodok undang-undang jam kerja standar bagi pekerja di Hong Kong. Sayangnya, PRT migran adalah satu-satunya sektor yang tidak dimasukkan.

Panjangnya jam kerja mengurangi daya tahan fisik dan menyebabkan tumbuhnya banyak penyakit serius di kalangan PRT yang mayoritas perempuan. Tidak sedikit yang jatuh pingsan mendadak saat bekerja atau divonis menderita sakit jantung, kanker, stroke dan meninggal.

Dalam penghujung aksinya, JBMI-AMCB menyerahkan petisi kepada perwakilan Konsulat Indonesia dan pemerintah Hong Kong terkait tuntutan mereka.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: