Lenin dan Natal

img_20151220_222642.jpg

Hari Natal sudah menjelang dan di Indonesia berpenduduk mayoritas umat Muslim ini disertai dengan polemik tahunan mengenai haram halalnya ucapan selamat natal dari Muslim kepada umat Kristen. Terkait ini, menarik untuk mengangkat fakta unik bahwasanya Uni Soviet yang sering dicap sebagai negara tak bertuhan ternyata juga menjalankan tradisi memperingati hari natal. Bahkan bukan hanya menampilkan sosok-sosok menyerupai Santa Klaus, Uni Soviet juga memproduksi banyak gambar menampilkan Lenin menghibur anak-anak dan membagi-bagikan hadiah di sekitar pohon natal.

Uniknya, kebiasaan dan kebijakan ini bukanlah sesuatu yang dimulai sejak negara buruh Uni Soviet pertama kali berdiri. Sebaliknya, justru setelah kemenangan Revolusi Oktober 1917, tepatnya pada tahun 1918, pemerintahan Rusia yang dipimpin kaum Bolshevik menghapuskan hari natal sebagai hari libur nasional sebagai salah satu upaya sekularisasi. Meskipun demikian pada tahun 1935 pemerintahan Uni Soviet di bawah pimpinan Joseph Stalin memutuskan memperkenalkan kembali Santa kepada anak-anak di Uni Soviet. Poskrebyshev, seorang anggota Komite Sentral, menjalankan reforma tersebut.

image

Tentu saja, untuk lebih rincinya, ini bukanlah sosok Santa Klaus sebagaimana yang populer di Eropa Barat atau Amerika Utara. Melainkan sosok berdasarkan versi Rusia lamanya yang disebut Ded Moroz. Perbedaannya dengan Santa Klaus adalah dia tidak gendut, dia bertubuh tinggi, dan bilamana pra Revolusi ia mengenakan pakaian berwarna biru maka pasca Revolusi pakaiannya berwarna dominan merah.

Meskipun demikian terkadang Santa dianggap terlalu berlebihan dan akhirnya sosoknya malah digantikan dengan sosok Vladimir Lenin yang meskipun datang dari latar belakang Yahudi dan berpandangan ateis namun tetap memperingati Natal serta membawakan hadiah dan kado bagi anak-anak Uni Soviet.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

*Modifikasi kecil terhadap tulisan asli karya Anatolii Krasnopivtsev. Diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh The Charnel House dan dipublikasikan ke dalam bahasa Indonesia via Bumi Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: