Maita Gomez, Miss Filipina yang Bergabung dengan Perjuangan Massa

img_20151226_123630.jpg

Baru-baru ini kontes kecantikan Miss Universe dan Miss Earth dimenangkan oleh dua perempuan yang sama-sama berasal dari Filipina. Meskipun kontes kecantikan demikian sama-sama dikungkung di bawah persepektif seksis terhadap perempuan dalam kerangka kapitalisme, namun patut diperhatikan bahwa semakin lama kontes kecantikan dunia saat ini semakin politis seiring dengan semakin parahnya krisis kapitalisme dunia dan meningkatnya reaksi disana-sini.

Ini salah satunya ditandai dengan pertanyaan terhadap Miss Filipina dalam kontes Miss Universe 2015 mengenai bagaimana pandangannya terhadap keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Filipina. Serta pertanyaan terhadap Miss Venezuela dalam kontes Miss Earth 2015 mengenai betapa Venezuela terus dirudung permasalahan dan apa yang akan dilakukannya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut bila Miss Venezuela diletakkan pada posisi pengambil kebijakan. Tentu saja keduanya menghadapi tekanan besar baik dari mayoritas audiens AS maupun dari para pemodal besar yang terlibat di dalamnya. Namun keduanya berhasil mengelak dengan baik. Miss Filipina mengangkat pernah dijajah oleh AS namun tidak ada masalah dengan Americans (ini bisa diterjemahkan sebagai warga atau rakyat Amerika. Dengan demikian bukan tentara Amerika). Sedangkan Miss Venezuela memilih mengangkat isu pelestarian serta penyelamatan lingkungan agar ditanamkan di bidang pendidikan. (Dengan demikian menghindari isu politik antara Chavista dan oposisi pro AS).

Kedua kontes kecantikan ini kemudian, secara mengejutkan, dimenangkan oleh para kontestan dari Filipina. Namun belum banyak yang mengetahui, bahwa ada salah satu Miss Filipina yang mengalami radikalisasi kesadaran dan bergeser dari kontes kecantikan kemudian masuk dalam gerakan perlawanan. Ia adalah Maita Gomez, Miss Filipina tahun 1967.

image

Maita Gomez lahir di tahun 1947 dari pasangan Jose C. Gomez dan Cecilia Favis Gomez. Keluarga pemilik Hacienda (Hacienda adalah sistem penguasaan tanah yang dipengaruhi oleh kolonialisme Spanyol dan dikombinasikan dengan peternakan, beroperasi sebagai perusahaan ekonomi, serta terhubung dengan pasar regional atau internasional) di Pangsaninan. Karena latar belakang inilah dia sering menjadi bagian dari gaya hidup  masyarakat kelas atas. Bahkan sejak belia ia sering masuk majalah gaya hidup dan menjadi model bagi Pitoy Moreno—salah satu desainer fashion terkemuka di Filipina. Sampai kemudian Maita Gomez memenangkan kontes kecantikan Miss Filipina pada tahun 1967.

image

image

Namun pergolakan revolusioner di Filipina yang dikenal sebagai First Quarter Storm yang berkobar pada tahun 1970 (gelombang aksi massa rakyat pekerja menentang kenaikan harga minyak dan korupsi rezim Marcos) dan bangkitnya Diliman Commune (perlawanan mahasiswa Universitas Filipina, Dilliman (UPD) bersama para pekerja transportasi) membuat Maita Gomez kemudian menerjunkan diri dalam gerakan pembebasan perempuan serta perjuangan massa.

Maita Gomez awalnya tertarik ke Makibaka. Namun ia mempelajari Marxisme-Leninisme dan Masyarakat Filipina serta revolusi di Liga Humanis Filipina yang merupakan kelompok kecil di Universitas Filipina yang berada di bawah pengaruh Biro Kebudayaan Partai Komunis Filipina (CPP). Lorena Barros melaporkan ke Komite Sentral CPP yang tengah berada di markas gerilya pegunungan di Barrio Dipogo di Isabela bahwasanya Maita dan para perempuan kontes kecantikan yang berhasil digalang berperan besar dalam menyebarkan luaskan isu-isu progresif.
Hidupnya sebagai gerilyawan dimulai saat ia pertama kali terlibat dalam gerakan bawah tanah yang dibangun untuk menggulingkan kediktatoran Marco di Filipina. Setelah darurat militer diberlakukan, Maita Gomez mengambil keputusan untuk bergabung dengan gerakan bawah tanah. Bersama New Peoples Army (NPA) atau Tentara Rakyat Baru—organ bersenjata dari CPP—ia terjun ke daerah gerilya di Tagalog Selatan. Namun ia harus dibawa kembali ke Manila karena keberadaannya di daerah Gerilya menarik banyak perhatian dan masalah keamanan. Akhirnya diputuskan bersama bahwa Maita Gomez akan menjalankan kerja staf bawah tanah di Kota Baguio.

image

Selama bertahun-tahun bergerak di bawah tanah Maita Gomez akhirnya ditangkap dan dipenjara di tahun 1973 di Baguio. Rumah tempat ia tinggal digerebek dan diserbu. Ia kemudian berhasil melarikan diri dan tinggal di pegunungan Bicol selama tiga tahun. Kemudian bersama Joey Decena, pasangannya, Maita Gomez kemudian ditugaskan pindah ke Luzon Tengah selama tiga tahun berikutnya sebagai gerilyawan. Joey Decena tewas dalam salah satu pertempuran disana sementara Maita Gomez jatuh sakit dan harus dipindahkan ke Manila secara diam-diam untuk mendapatkan perawatan dan pemulihan kesehatan. Namun ia kemudian ditangkap dan dijadikan tahanan rumah.

Beberapa tahun kemudian Maita Gomez menjadi salah satu pendiri organisasi massa kaum perempuan di Filipina bernama GABRIELA. Suatu aliansi yang menghimpun kaum perempuan untuk memperjuangkan hak-hak demokratiknya. Selain itu Maita juga membantu mendirikan aliansi lain bernama WOMB (Women for the Ouster of Marcos and Boycott) atau Kaum Perempuan Mendukung Pemboikotan dan Penggulingan terhadap Marcos. (Singkatan WOMB sendiri dalam bahasa Inggris berarti rahim). Bersama kawan-kawannya di WOMB Maita berjuangkan meningkatkan kesadaran kaum perempuan sekaligus memperjuangkan pembebasannya. Baik GABRIELA maupun WOMB adalah organisasi kaum perempuan yang diorganisir setelah pembunuhan terhadap Ninoy Aquino.

image

image

Setelah Marcos digulingkan tahun 1986, didirikanlah KAIBA (Kababaihan para sa inangbayan) suatu partai politik perempuan di Filipina. Selain itu Maita juga empat menjadi salah satu anggota Dewan Nasional SELDA (Samahan ng mga Ex-detainee Laban sa Detensyon at pata sa Amnestiya) yang memperjuangkan kebebasan para tahanan politik (tapol).

Dalam momentum Pemilu 1986 dan 1987 Maita mengalami perbedaan-perbedaan serius dengan Popoy Lagman. Ini kemudian berujung dengan keputusan Maita Gomez mengundurkan diri dari organisasinya. Meskipun demikian ia masih terlibat dalam gerakan dan menjalin hubungan dengan Jose Maria Sison, salah satu pimpinan CPP, yang kini berada dalam pengasingan di Belanda.

Tahun 1990an kritik internal CPP mengenai kesalahan-kesalahan dalam dekade 1980an berujung pada Second Great Rectification Movement atau Gerakan Pembetulan Besar-besaran Kedua yang diluncurkan pada tahun 1992 sampai 1998. Gerakan Pembetulan Besar-besaran Kedua ini mengakhiri pembersihan internal gerakan yang mengakibatkan eksekusi terhadap ratusan anggota yang diduga sebagai agen penyusup dari Angkatan Bersenjata Filipina dan Intelijen Filipina. Meskipun dianggap berhasil namun juga mengakbatkan perpecahan dalam CPP dan NPA. Brigade Alex Boncayao yang erkenal karena menarget aparat dan pejabat korup keluar dari partai sementara beberapa kelompok memutuskan membentuk kelompok baru seperti Tentara Proletar Revolusioner dan Rebolusyonaryong Hukbong Bayan. Maita Gomez meskipun menyambut Gerakan Pembetulan Besar-besaran Kedua namun posisinya sudah tidak lagi berada dalam partai dan bergerak di organisasi legal.

Sejak awal dekade 1990an, Maita Gomez memutuskan melanjutkan pendidikannya. Ia mendaftar ke program pendidikan non-formal di Universitas Politeknik Filipina (PUP). Disana ia mendapatkan apresiasi tinggi karena tulisan-tulisannya termasuk di antaranya adalah biografi Laurie Barros yang sekaligus merupakan sejarah mengenai gerakan perempuan di Filipina yang ditulis dengan sangat baik. Ini kemudian dijadikan salah satu dokumen presentasi di kongres GABRIELA. Selepas itu Maita Gomez kemudian mendaftar di Sekolah Ekonomi di UP dimana ia mendapatkan gelar S2 dari jurusan Ekonomi Pembangunan. Dengan bekal itu Maita Gomez kemudian mengajar di UP Manila sekaligus menjadi bagian IBON. Dalam periode inilah ia mencurahkan perhatiannya pada isu-isu pertambangan.
Meskipun demikian Maita Gomez tetap terlibat dalam gerakan perempuan maupun perjuangan massa pada umumnya. Ia secara rutin berpartisipasi dalam demonstrasi dan aksi massa memperingati Hari Perempuan Internasional 8 Maret tiap tahunnya. Ia juga dipilih dan dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Makabayan, suatu koalisi partai-partai progresif di Filipina.

image

Selama hidupnya, Maita Gomez selalu memberikan perhatian istimewa pada para aktivis di Malate. Rumah susunnya di Malate, dekat UP Manila, selalu terbuka pada para teman dan kawan-kawan organisasi anak-anaknya, khususnya Pog dan Michael. Bahkan dari pertama Maita mendukung secara terang-terangan saat salah satu puteranya mengumumkan orientasi seksualnya.

Tahun 2012 Maita membantu pembangunan yayasan Work Well Foundation, yang membantu kaum perempuan di Filipina untuk mendapatkan pekerjaan berupah layak. Sayangnya ia menghembuskan nafas dalam tidurnya akibat serangan jantung pada 12 Juli 2012 dan mengakhiri sejarah hidupnya dengan meninggalkan legasi baik bagi gerakan pembebasan perempuan maupun perjuangan melawan penindasan.

image

Sumber:
Maita Gomez, English Wikipedia, The Free Encyclopedia
ABQ’s Shrine for Miss World Phillippines 1967 Margarita Maita Gomez
Jose Maria Sison, Pagpupugay kay MAITA GOMEZ: Aktibista para sa Kalayaan ng Kababaihan at ng Taumbayan.
New People Army, English Wikipedia, The Free Encyclopedia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: