Hari Ini dalam Sejarah Rakyat Dunia: Pembunuhan Rosa Luxemburg

Rosa

Pembunuhan Rosa Luxemburg, Buah Tangan Besi Reaksi, dan Pengkhianatan Sosial Demokrasi

Rabu, 15 Januari 1919, Rosa Luxemburg dibunuh oleh para tentara sayap kanan justru di bawah perintah dari Menteri Pertahanan Gustav Noske yang berasal dari Partai Sosial Demokratik Jerman (SPD). Meskipun demikian pemikiran keduanya merentang dan terus hidup dan dikenal para pejuang kelas di dunia hingga kini.

Lahir dari keluarga kelas menengah Yahudi di Polandia yang saat itu masih dijajah Rusia, Rosa Luxemburg kemudian pindah ke Swiss setelah menyelesaikan Sekolah Atas dan kemudian kuliah di Universitas Zurich. Sembari menjadi seorang mahasiswa, ia ikut mendirikan Social Democracy of the Kingdom of Poland (SDKP, kelak menjadi SDKPiL), bersama Leo Jogiches, Adolf Warszawski, dan Julian Marchlewski, sebelum lulus dengan gelar doktorat di 1897.

Tahun berikutnya ia pindah ke Berlin dan bergabung dengan Partai Sosial-Demokratik Jerman (SPD), partai sosialis terbesar dan terkuat di dunia saat itu. Aktivismenya kemudian menanjak sebagai sayap kiri SPD. Ia dikenal sebagai seorang pembicara yang berapi-api, seorang jurnalis, sekaligus seorang teoretikus yang menulis karya-karya tentang ekonomi, nasionalisme, imperialisme, perang, sosialisme, dan demokrasi.

Luxemburg juga mengajar di sekolah partai SPD, menulis untuk koran-koran partai, dan menjadi perwakilan Polandia dan Jerman pada pertemuan Socialist International (Internasionale Kedua) sebelum 1914. Saat gelombang revolusi melanda Polandia di tahun 1905, ia kembali ke Warsawa untuk terlibat dalam perjuangan revolusioner, namun ia ditangkap, sampai akhirnya mengalami pengasingan kembali ke Jerman.

Tahun-tahun 1914, Luxemburg memperingatkan berulang kali mengenai menjelangnya krisis imperialisme dan bahaya perang besar. Ia menyerukan kepada kaum buruh di Eropa untuk menolak angkat senjata dan menolak memerangi satu sama lain dalam perang demi kepentingannya Imperialis.

Saat akhirnya Perang Dunia I meletus di Agustus 1914, partai-partai sosialis Eropa, yang sebelumnya sudah menyatakan permusuhannya terhadap perang, malah berbalik, berkhianat, dan mendukung pemerintah negara mereka masing-masing. Saat SPD ikut memvoting mendukung kredit perang di Reichstag, gedung parlemen Jerman, dan dengan demikian mendukung pemerintahan Kaiser yang mengobarkan PD I, Luxemburg sangat kecewa dengan pengkhianatan demikian dan hampir saja memilih bunuh diri.

Namun Rosa Luxemburg bersama kawan-kawannya kemudian akhirnya mendirikan “Liga Spartakus” suatu organisasi sosialis anti perang Imperialis yang namanya diambil dari nama budak yang memimpin pemberontakan budak melawan imperium Roma. Aktivitas-aktivitas anti perangnya akhirnya membuatnya kembali dijebloskan selama empat tahun dalam penjara Kaiser. Disana ia menulis ‘Pamflet Junis’ dan karya-karya lainnya sembari memimpin Liga Spartakus yang bergerak di bawah tanah. SPD, partainya sendiri, justru menghina dan memecat Rosa Luxemburg dan kaum sosialis anti perang lainnya.

November 1918, para pelaut Jerman berontak dan memulai Revolusi November Jerman. Kaiser kemudian diturunkan dari tahtanya, dewan-dewan buruh dan prajurit kemudian bermunculan dan pemerintah baru di bawah pimpinan SPD kemudian meraih kekuasaan politik Jerman. Rosa Luxemburg yang bebas dari penjara kemudian kembali ke Berlin dan bersama kamerad-kameradnya mendirikan Partai Komunis Jerman (KPD) di malam tahun baru.

Tegangan-tegangan antara pemerintahan SPD (pimpinan Friedrich Ebert dan Phillip Scheidemann) dan partai-partai sosialis yang lebih radikal, yaitu Partai Sosial-Demokratis Independen (USPD) dan KPD mendidih pada 5 Januari 1919. Ini dipicu oleh pemecatan terhadap perwira polisi Berlin, Emil Eichhorn, anggota USPD yang ditunjuk selama Revolusi November. Merespon itu, aksi-aksi mogok dan demonstrasi meletus di berbagai kota di bawah pimpinan USPD, KPD, dan para pengurus serikat buruh—yang kemudian membentuk Komite Revolusioner.

Para buruh dan prajurit kemudian mempersenjatai diri dan menduduki distrik koran dan gedung-gedung utama lainnya di Berlin pusat. Namun sayangnya para pimpinan Komite Revolusioner terjebak pada perdebatan dan pertikaian argumen dan tidak bisa menyepakati serta memberikan arahan-arahan maupun keputusan-keputusan penting. Sementara itu, pemerintah bergerak lebh cepat dengan mengorganisir resimen-resimen “Freikorps”, para prajurit sayap kanan yang dihimpun dari para prajurit yang demobilisasi dan dipimpin oleh para perwira reaksioner. Freikorps dikerahkan di luar kota oleh Menteri Pertahanan, Gustav Noske, yang menyebut dirinya sendiri “Anjing Polisi Revolusi”.

“Pemberontakan Spartakis”, sebagaimana sebutan pemerintah, kemudian dihancurkan dan mengakibatkan ratusan korban dari kaum revolusioner dan kaum buruh di tangan barbarisme yang dilancarkan oleh Freikorps. Para Komunis dan sosialis kiri kemudian ditangkapi, dipukuli, dan diburu-buru di segala penjuru.

Tanggal 15 Januari, Rosa Luxemburg dan Karl Liebknecht ditangkap oleh Freikorps. Mereka dihantam popor, dibawa untuk diinterogasi di Hotel Eden, sebelum kemudian dibunuh, dan jasadnya dibuang di Tiergarten.

Sejak tahun 1919 itu, kecuali saat NAZI berkuasa, rakyat berkumpul di pemakaman Friedrichsfelde untuk memperingati dan mengenang Luxemburg serta Liebknecht.

*Diterjemahkan dari 95 Years Ago Today: Rosa Luxemburg was murdered in Berlin.
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: