Kaum Guru Palestina Mogok Massal

kaum-guru-palestina-mogok-massal.jpg.jpeg

image

Kaum guru Palestina di Tepi Barat melakukan aksi mogok, yang sekarang telah menjelma menjadi salah satu gerakan demokratis terluas di sejarah kawasan. Sekitar 20.000 guru berpartisipasi di bulan lalu.

Dimulai sebagai aksi walk-out dua hari di pertengahan Februari, aksi ini telah menutup sekolah-sekolah negeri di seluruh Tepi Barat dan menghadapkan para guru dengan para pimpinan serikat resmi dan Otoritas Palestina yang korup.

Mereka menuntut Otoritas Palestina menghargai kesepakatan 2013 untuk meningkatkan gaji dan membayar hutang kepada guru.

Pemerintah setuju menerapkan kesepakatan secara progresif bila mogok dibatalkan. Kaum guru menolak dan bersikeras agar tuntutan-tuntutan untuk serikat baru diterima. Para perwakilan baru telah dipilih di tiap distrik, namun pemerintah menolak mengakui mereka sebagai serikat resmi.

Tanggal 7 Maret, lebih dari 3.000 reli di luar kantor perdana menteri Palestina—terlepas dari represi oleh para aparat polisi Otoritas Palestina, yang mendirikan pos-pos pemeriksaan dan menilan para sopir bus yang mengangkut par aguru demi mencegah mereka tiba di Ramallah.

Perdana Menteri Palestina Rami Hadallah meminta para guru untuk “bertanggungjawab” untuk menyadari bahwa tahun sekolah hampir selesai (sekolah Palestina berakhir di bulan Juni) dan bahwa semua anak perlu kembali ke kelas.

Sementara itu para pejabat Otoritas Paestina dalam satu kesempatan menuduh para guru menjadi agen Israel dan pada kesempatan lainnya menuduh mereka menjadi antek Hamas!

Seruan aksi menjelma menjadi “kehormatan untuk kaum guru”.  Samih, seorang guru bahasa Inggris dari Qalqilya, menyatakan: “Kaum guru tersinggung akibat peningkatan besar terhadap gaji para pejabat pemerintah sementara guru tidak. Saat para dokter dan insinyur negeri mogok, Otoritas Palestina menyerah dan menuruti tuntutan-tuntutannya. Namun tidak kepada kami. Tidak kepada para guru.”
Selain peningkatan gaji, kaum guru juga menuntut agar kaum perempuan menerima tunjangan yang sama seperti laki-laki. “Jika seorang guru perempuan yang punya uang pensiun meninggal, maka pensiunnya juga berhenti”, kata Samih. “Namun bila seorang guru laki-laki, bila ia meninggal, pensiunnya akan terus diberikan ke istrinya, atau para putra dan putrinya. Jadi ini bukan sekedar kenaikan gaji, tapi juga kesetaraan gender. Ini juga yang kami maksud dengan kehormatan.”

Gaji dasar para guru sekolah negeri hampir tidak cukup untuk hidup. Beberapa guru terpaksa ambil pekerjaan kedua agar bisa bertahan hidup secara finansial.

Para orang tua dan siswa juga berpartisipasi dalam demonstrasi dan aksi mogok “Saya dukung kaum guru” karena ini tentang pendidikan yang merupakan masa depan kita”, kata seorang siswa ke Middle East Eye.

Gerakan ini telah menaikkan perjuangan kelas di Palestina ke permukaan.

*diterjemahkan dari tulisan Jamiela Jubran di Red Flag serta dipublikasikan dalam bahasa Indonesia via Bumi Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights

%d blogger menyukai ini: