Heroisme Super Hero

Epos super hero atau pahlawan super berdiri di atas dua kaki. Pertama, pemahaman bahwasanya kejahatan dan kriminalitas hanya bisa dihadapi dengan baku hantam. Kedua, heroisme atau kepahlawanan dangkal yang mengidap messiah complex/sindrom juru selamat/delusi ratu adil dengan memandang massa hanya sebatas objek lemah nan tak berdaya (tanpa potensi sekaligus kemampuan aksi kolektif) dan selalu perlu … Baca lebih lanjut

Langsung ke Neraka

Langsung ke Neraka Satu liter bir Mengucur ke mulut Masuk kerongkongan Tumpah ke perut   Tenggelamkan orang pengecut Timbulkan nafsu bergelut   Satu bilah golok Kucabut dari sarungnya Kuacungkan tinggi-tinggi Kutatap kuli-kuli yang mogok itu Kuayunkan kepada mereka   Torehkan luka Tumpahkan darah   Satu batok kepala Bocor kena besi dan baja Bocor dan bersimbah … Baca lebih lanjut

Lenin dan Natal

Hari Natal sudah menjelang dan di Indonesia berpenduduk mayoritas umat Muslim ini disertai dengan polemik tahunan mengenai haram halalnya ucapan selamat natal dari Muslim kepada umat Kristen. Terkait ini, menarik untuk mengangkat fakta unik bahwasanya Uni Soviet yang sering dicap sebagai negara tak bertuhan ternyata juga menjalankan tradisi memperingati hari natal. Bahkan bukan hanya menampilkan … Baca lebih lanjut

Kritik Sastra Marxis

Kritik Sastra Marxis adalah kritik sastra berdasarkan teori-teori sosialis dan dialektis. Kritik Marxis memandang karya-karya sastra sebagai cerminan-cerminan institusi-institusi sosial darimana mereka berasal. Menurut kaum Marxis, bahkan sastra itu sendiri adalah suatu institusi sosial dan memiliki suatu fungsi ideologis spesifik berdasarkan latar belakang dan ideologi penulisnya. Terry Eagleton, seorang kritikus sastra Inggris dan pakar teori … Baca lebih lanjut

Persetan

Satu bulan setelah kau pergi Aku masih tak peduli Lebih baik aku sendiri Kita tidak perlu berdebat lagi Kita tidak perlu bertengkar lagi Sudah kita jalan sendiri-sendiri Kau dengan jalanmu, aku dengan jalanku Nanti siapa yang benar, kita bisa lihat nanti Dua bulan setelah kau pergi Aku kembali merokok lagi begadang sampai dini hari dan … Baca lebih lanjut

Pertempuran November

Pertempuran November Seruan-seruan telah ditulis, dicetak, dan dicoretkan Papan-papan besar diangkat tinggi-tinggi Spanduk-spanduk kecaman dibentangkan lebar-lebar Kepalan-kepalan tangan teracung ke angkasa Orang-orang berhimpun dalam barisan Barisan-barisan bersatu dalam perlawanan Seruan dan nyanyian punya nada yang sama Lawan kesewenangan global! Hadang raja-raja Blokade jalan-jalan Izin atau tanpa izin, semua turun ke jalan Polisi-polisi menyebar ke jalanan … Baca lebih lanjut

Elegi Sejati

Elegi Sejati* Sudah terlalu banyak darah tertumpah Tapi terlampau sedikit keadilan ditegakkan Masih belum kering luka di dada Tapi api dan belati kembali merenggut nyawa Ada yang menanggung duka dengan air mata Ada yang menanggungnya dengan dendam pembalasan Ada yang menelusuri sulur pembantaian lalu menemukan akar pohon penindasan Yang terjajah, yang terhisap, meronta dalam jeratnya … Baca lebih lanjut

Dendam Maria

Sore hari ketika Ali mati dihadapannya, Maria sedang membenarkan letak kerah baju kemejanya. Sekitar 20 detik yang lalu, sambil memoleskan gincu pada bibirnya yang agak basah, Maria memandangi Ali yang sedang sekarat dengan tatapan yang biasa-biasa saja, di atas kasur pada kamar hotel yang baru ia dan Ali singgahi kira-kira 25 menit sebelumnya. Maria memasukan … Baca lebih lanjut

Film Horor—Kemerosotan Kapitalisme melalui Lensa Kamera

Dalam suatu artikel tentang Perang Dunia I, Lenin pernah mengatakan, “Masyarakat kapitalis adalah horor tanpa akhir.” Marx pun saat mendiskusikan perkembangan awal kapitalisme dalam karyanya Kapital, mengatakan bahwa saat kedatangannya dalam sejarah “kapital datang dengan berlumuran darah dan kotoran dari ujung kepala sampai ujung kaki.” Dalam buku yang sama pula, Marx menyatakan, “Kapital adalah kerja … Baca lebih lanjut

Estetika Marxis

Estetika Marxis adalah suatu teori estetika yang berdasarkan atau diturunkan dari teori-teori Karl Marx. Hal ini melibatkan pendekatan dialektis dan pendekatan materialis atau pendekatan materialis dialektis dari Marxisme yang diterapkan ke ranah budaya, khususnya ke ranah-ranah terkait selera seperti seni, keindahan, dan sebagainya. Kaum Marxis meyakini bahwa kondisi-kondisi ekonomi dan sosial, khususnya hubungan-hubungan kelas yang … Baca lebih lanjut

MENA Solidarity Network

Solidarity with Workers in the Middle East

Indonesian Peoples' Alliance (IPA)

Movement for Peoples Sovereignty and Trade to Serve the Peoples!

Maruti Suzuki Workers Union

Inquilab Zindabad! Mazdoor Ekta Zindabad!

wonosobo bergerak

Pijar Harapan untuk Rakyat

WONOSOBO BERGERAK

Pijar Harapan untuk Rakyat

SEKBER

sekolah bersama

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Insatiable Booksluts

Voracious readers tell you if that book is going to suck.

Ughytov's Blog

Just another WordPress.com site

Shiraz Socialist

Because there have to be some lefties with a social life

LKIP

Lembar Kebudayaan IndoPROGRESS

Partai Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

SOSIALISME, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja. SOSIALISME, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Berita Buruh Indonesia

sebagai SEKOLAH PERANG, SERIKAT BURUH TIDAK terkalahkan

Working Indonesia

A Blog Covering Labor Activism in Indonesia

ARTIKEL BURUH

buruhberjuang.wordpress.com

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung

SATU dan BERSATU oleh PERS & karena MAHASISWA

Home

One voice, unify power, unify actions for workers rights